Efesus 3:20
Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita.
Dalam sebuah pertandingan sepak bola, terlihat para pemain dua kesebelasan yang akan bertanding berdoa khusuk agar tim mereka menang. Pendukung dari kedua belah pihakpun sama-sama berdoa. Siapakah yang akan Tuhan ijinkan menang?
Betapa sering doa-doa kita hanyalah berisi permohonan agar kita sukses, agar kita menjadi nomor satu, agar kita menjadi yang terbaik, agar menjadi pemenang. Mungkin ini penting bagi kita, tetapi apakah itu penting bagi Dia?
Bahkan mungkin juga isi doa kita adalah agar kita mengalami keberuntungan sementara ada pihak yang akan mengalami ketidakberuntungan.
Sesungguhnya Tuhan tahu apa yang kita butuh. Dia tahu apa keinginan kita. Maksudnya adalah agar dalam doa, kita tidak fokus dan tidak berputar-putar dengan apa yang kita rindukan, tetapi doa kita lebih kepada kerinduan kita untuk senantiasa dekat dengan Dia. Sebab Dia dapat dan akan melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan.
Ironinya, kita sering berdoa, tetapi kita kurang maksimal melakukan apa yang sedang kita doakan. Bahkan mungkin kita sedang bermalas-malas. Jauh dari sifat rajin. Tidak tekun!
Biarlah doa kita menyentuh hati-Nya, bukan sekedar seolah memaksa Tuhan untuk mengabulkan apa yang kita mau.
Setia dan tetaplah berdoa. Lihat dan renungkan kembali isi doa kita selama ini. Di sisi lain ingat dan yakinlah bahwa Tuhan berdaulat dan berkuasa memberi kepada kita apa saja dan apapun yang Dia pandang baik dan berguna untuk kita.
Dengan kuasa-Nya, Dia mampu menolong kita lebih daripada apa yang kita doakan.
P u j i T u h a n !
Selamat beraktivitas.
Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kita senantiasa. Amin.
Salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung.
![]() |
Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya |
Photo by chris liu on Unsplash




