Ucapan dan Tindakan

Viewed : 1,113 views

RENUNGAN
Lukas 6:45
Orang yang baik mengeluarkan barang yang baik dari perbendaharaan hatinya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan barang yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat. Karena yang diucapkan mulutnya, meluap dari hatinya.”

Sebuah teko berisi kopi, jika diguncang hingga tumpah, maka akan ke luar kopi. Bila ke luar bandrek… itu namanya sulap atau palsu.

Apa yang sering ke luar dari diri kita?

Apa yang ke luar dari diri kita berupa tindakan dan ucapan, maka itu merupakan apa yang kita miliki yang ada dalam hati dan pikiran kita. Bila tidak sesuai, maka itu artinya kita sedang bermain sulap atau sedang memalsukan.

• Sanggup dan baikkah kita bermain sulap dalam perkataan dan sikap kita?
• Apakah ucapan dan tindakan kita membangun diri kita?
• Apakah ucapan dan tindakan kita membangun orang lain?
• Apakah ucapan dan tindakan kita bagaikan benang mempersatukan atau bagaikan gunting memisahkan?

Kita wajib menjaga dan memelihara setiap ucapan dan tindakan kita.

Walau kita masih sering saja gagal, namun mari kita kembali membuat komitmen baru. Mari kita berjuang dan berupaya sungguh, agar apapun yang ke luar dari diri kita, semua itu membawa kemuliaan bagi NAMA TUHAN… dan semua itu asli…bukan sulap untuk hiburan sesaat dan bukan palsu.

Untuk itu isilah hati dan pikiran kita dengan semua yang baik… isi dengan kebenaran firman-Nya. Isilah setiap pagi atau setiap kesempatan yang baik dan memungkinkan. Agar kebenaran tinggal dalam hati dan menjadi milik kita dan itulah yang ke luar dari diri kita. SEMOGA…!

Para sahabat,
Selamat bekerja…
Selamat beraktifitas…
Selamat melayani…

Tuhan senantiasa menyertai dan memberkati kita.
Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

 

Comments

comments