Matius 23:11
Barangsiapa terbesar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu.
Ingin menjadi nomor satu… menjadi terbaik, terkemuka, terbesar dan semua ter… lain adalah naluri alami manusia. Hal ini wajar dan baik. Itu bukan haram dan tidak dilarang. Kalau bisa perolehlah!
Tuhan Yesus berkata, “Barangsiapa terbesar di antara kamu … …” Yesus tidak melarang dan tidak mengatakan jangan menjadi terbesar. Artinya Tuhan memberi pilihan dan peluang agar kita dapat menjadi terbesar.
Hanya saja Yesus menekankan satu syarat dengan kata: hendaklah… hendaklah menjadi pelayan.
Menjadi pelayan tidak berarti menduduki posisi rendah seolah tak berdaya apa-apa karena tak berpangkat atau pekerjaannya memang di tempat terendah… bukan seperti itu! Kata pelayan menunjukkan sikap hati.
Menjadi pelayan tidak dibatasi hanya di gereja. Tidak hanya di persekutuan. Tidak hanya di organisasi keagamaan. Di luar gereja juga; di tengah masyarakatpun hendaknya kita mengabdi menjadi pelayan.
Sebagian besar di antara kita adalah para pekerja yang lebih banyak waktu dipakai di dunia kerja di luar gereja. Oleh karena itu di sanalah sikap hati pelayan hendaknya diwujudkan menjadi nyata.
Seharusnyalah sikap serius serta kesungguhan melayani di dalam profesi dengan di gereja sama bobotnya. Semangat berapi-api berkhotbah di mimbar gereja memotivasi jemaat haruslah berbobot sama dengan ketika melatih memberi semangat kepada anak buah di ruang kerja di kantor.
Membimbing kelompok Pemahaman Alkitab sama semangat dan kualitasnya dengan membimbing skripsi mahasiswa di kampus, dan sebagainya. Inilah makna lebih luas dari hati seorang pelayan.
Banyak orang memiliki posisi baik dan strategis dalam profesi mereka, namun ia berjiwa hamba dan rendah hati. Dengan segenap kemampuannya dia memperhatikan dan melayani serta memperjuangkan bawahannya dengan baik. Dampak hidup dan karyanya nyata. Dia dicintai dan dirindukan anak buahnya. Orang merasa kehilangan jika dia tidak ada. Dia tidak hanya dipercaya, tetapi sungguh dibutuhkan. Inilah makna hati seorang pelayan.
Ada juga orang yang tidak seberapa penting posisinya, tetapi kesombongannya melebihi posisinya. Suka berdebat dan mempermasalahkan yang tak penting. Tak bersahabat dan tak peduli sekeliling. Dia menjadi bagian dari masalah, bukannya menjadi bagian dari solusi. Pegawai lain senang kalau dia tak masuk kantor, dan orang ingin serta rindu agar dia secepatnya saja ambil pensiun dini. Semoga kita tidaklah demikian.
Seberapa penting dan seberapa tinggipun posisi kita, ataupun mungkin kita biasa-biasa saja sebagai pegawai rendah… tidak apa-apa… asal sikap hati melayani ada pada kita.
Marilah kita merenungkan kembali perkataan Tuhan Yesus dengan memilih, mengambil, dan memiliki sikap hati seorang pelayan. Inilah syarat utama untuk menjadi terbesar dalam pandangan Tuhan, sebab Yesus yang mengatakannya demikian.
Terpujilah Yesus Tuhan kita!
Selamat beraktivitas.
Selamat melayani.
Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kita. Amin.
Teriring salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung
![]() |
Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahĂșn 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya |




