Ujian Iman

Viewed : 1,469 views

RENUNGAN
1 Petrus 1:6-7
Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan.
Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu — yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api — sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya.

Tema tentang pencobaan sering sekali dibahas dan dibicarakan dari berbagai sisi pandangan dan pemahaman… karena memang pencobaan atau ujian hidup tidak akan habis-habisnya kita alami selama hidup.

Karir baik dan keuangan cukup, tetapi anak yang dikasihi sakit. Badan sehat dan kuat, tetapi karir tidak meningkat dan sering timbul masalah keuangan. Semua urusan lancar, tetapi cita-cita anak masuk perguruan tinggi idaman tidak kesampaian. ……. tetapi …… Selalu saja ada kata *tetapi*nya dalam hidup ini. Dan semua hal tak diharapkan sangat meminta perhatian dan menguras tenaga dan pikiran… melelahkan…

Untuk menguatkan kita, tidak ada jalan lain selain kita kembali melihat dan datang kepada Tuhan. Dari kaca mata Allah, semua hal, baik pengalaman manis atau pahit ada maksudnya. Secara ringkas disebutkan Petrus adalah untuk memurnikan iman. Jadi memang iman kita perlu dan penting untuk dimurnikan.

Melalui serangkaian ujian iman, semakin jelas siapa kita dan sejauh mana kebergantungan kita kepada Allah. Ibarat mobil, bila disetir di jalan rata dan mulus saja, tidak jelas kekuatannya. Akan tetapi bila disetir di jalan rusak berlubang-lubang, akan terungkap ketangguhannya. Itu sebabnya kendaraan tertentu yang fungsinya khusus dan spesifik harus diuji dan ditest on the road dan off the road. Setelah lulus di kedua-duanya maka diberikan sertifikatnya dalam berbagai katagori, mungkin: A, B, C, D, dan E.

Mungkin kita adalah orang-orang khusus dan spesifik di hadapan Allah yang hendak Dia pakai mencapai maksud-Nya. Untuk itu Dia menempatkan dan menyuruh kita melewati jalan mulus dan rata. Pada gilirannya kita harus juga melewati jalan berlubang dan berkelok-kelok penuh bahaya dan tantangan. Para malaikat pun membawa catatan dan tabel-tabel nilai serta alat hitungnya dalam paket program khusus. Kita dinilai dan akhirnya skor kita dijumlah dan dirata-ratakan. Keluarlah nilai kita berapa dan apa katagorinya:
TIDAK LULUS…
LULUS BERSYARAT…
LULUS MEMUASKAN…
LULUS CUM LAUDE…
Apa gerangan nilai kita?
Walau kita belum tahu apa nilai kita, tapi pastilah bisa kita rasa-rasakan.

Biarlah kita semua LULUS UJIAN, bahkan banyak yang berpredikat CUM LAUDE, sehingga Tuhan yang mengamati kita sejak awal ujian, menjadi PUAS dan TERSENYUM.
Oleh sebab itu mari kita siapkan diri kita memasuki ujian.

Mungkin hari ini kita ujian di jalan rata dan besok jalan berlubang atau sebaliknya…kita tidak tahu, sebab jadwal dan skemanya Tuhan yang atur. Bagian kita tetap tenang dan bersandar kepada Tuhan yang membuat Soal ujian iman kita. Tuhan mengasihi dan sayang sama kita…itu yang pasti.

Selamat beraktifitas…
Selamat melayani…

Tuhan senantiasa menyertai dan memberkati kita di jalan mulus maupun jalan berlubang. Puji Tuhan… Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Comments

comments