Marilah Kita Hidup Takut Akan Tuhan & Rendah Hati

Viewed : 17 views

Amsal 15:33
Takut akan TUHAN adalah didikan yang mendatangkan hikmat, dan kerendahan hati mendahului kehormatan.

Siapapun ingin diterima dan dihargai. Adanya keinginan diterima, dihargai dan dihormati adalah wajar. Namun dalam hal ini banyak yang mencarinya dengan cara tidak baik. Mencari kehormatan dengan cara tidak hormat.

Ada orang mencari hormat dengan menjatuhkan dan merendahkan orang lain.

Ada yang berjuang mati-matian sekedar ingin dihormati. Bagi mereka pujian adalah segala-galanya. Jika tidak dipuji, dia bisa marah dan memberi respons yang tak menyenangkan. Ada orang ingin dihormati berlebihan.

Penulis kitab Amsal memberi resep yang harus ditempuh bagi setiap orang yang merindukan kehormatan yaitu takut akan Allah. Salah satu makna takut akan Tuhan adalah mau belajar dan dididik oleh Tuhan dengan cara-Nya. Hidup taat kepada kehendak-Nya. itulah kehormatan sejati.

Setiap orang yang merindukan kehormatan haruslah terlebih dahulu siap merendahkan diri dan hatinya. Tanpa kerendahan hati, kehormatan dan pujian justru dapat merusak kepribadian orang. Orang dapat menjadi sombong dan congkak. Orang menjadi haus dan gila hormat.

Marilah hidup takut akan Tuhan! Bagi kita tidak harus dan tidak perlu mengejar-ngejar kehormatan diri dari manusia. Mari kita taat kepada apa yang diajarkan Yesus dengan:
☆ Tekun bekerja.
☆ Fokus kepada tujuan hidup.
☆ Hidup mengasihi.
☆ Lakukan segala sesuatu dengan cara terbaik.
☆ Jalani perintah-Nya dengan setia.

Penghargaan dan kehormatan itu akan datang sendiri. Kalaupun tidak dihormati manusia tidak menjadi masalah. Bia disayang Tuhan’ itu lebih dari cukup… melebihi penghormatan manusia.

Karena itu mari kita saling merendahkan hati dan saling membangun di dalam Kristus. Marilah memberi pujian yang wajar bagi orang-orang yang memang sepatutnya dipuji. Dengan demikian kita tetap dibangun dan bertumbuh di dalam Yesus.

Selamat beraktivitas.
Selamat melayani.

Tuhan menyertai dan memberkati kita. Amin.

Teriring salam dan doa dalam kasih-Nya,
Alamta Singarimbun – Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Comments

comments