Yohanes 6:12
Dan setelah mereka kenyang Ia berkata kepada murid-murid-Nya: “Kumpulkanlah potongan-potongan yang lebih supaya tidak ada yang terbuang.”
Setelah memberi makan 5.000 orang hingga kenyang, Yesus menyuruh untuk mengumpulkan sisa roti sebanyak 12 bakul. Roti itu jangan ada yang dibuang. Dalam hal ini kita bisa memaknai bahwa Yesus mengajarkan penghematan.
Roti itu mungkin dibagi-bagi kepada orang banyak untuk dibawa pulang. Mungkin juga dibawa murid-murid Yesus untuk bekal mereka nantinya di perjalanan.
Tentu Tuhan Yesus dengan ajaib dapat mendatangkan roti kapan saja, tapi Yesus memberi pelajaran agar jangan membuang-buang apa yang ada. Yang masih dapat digunakan… gunakanlah!
Sangat baik dan alkitabiah jika kita menghemat dan tidak boros. Yesus hidup dalam kesederhanaan dan tidak berlebihan. Itulah salah satu teladan-Nya bagi kita. Seiring dengan itu: jangan buang-buang energi. Jangan merusak lingkungan. Jangan mengeksploitasi alam berlebihan.
Dalam penciptaan, Allah menyuruh manusia untuk merawat dan memelihara dunia ini. Prinsip ini terus berlaku, karena itu lakukanlah!
Barangkali kita memiliki lebih dalam segala hal, tetapi jangan hal itu dijadikan alasan untuk membuang-buang sesuatu yang masih bernilai dan masih bisa dipergunakan.
Ketika ada banyak sisa makanan di piring kita setelah selesai makan dan akan segera dibuang, ingatlah bahwa ada banyak orang yang tidak beruntung beroleh makanan seperti kita.
Mari kita hidup hemat. TIdak boros. Hilangkan kebiasaan membuang-buang apa yang masih bermanfaat. Hiduplah dengan efisien. Jangan rusak lingkungan kita. Hiduplah dengan normal tak berlebihan.
Selamat beraktivitas.
Selamat melayani.
Tuhan menyertai dan memberkati kita. Amin…
Teriring salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung
![]() |
Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahĂșn 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya |




