Hidup yang Dirasa & Bermakna Bagi Sesama Kita

Viewed : 314 views

Filipi 4:5
Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang. Tuhan sudah dekat!

Ada seorang yang kalau pergi bekerja selalu membawa dua buah pulpen di kantongnya.

Pulpen yang pertama merknya terkenal dan harganya mahal. Bentuknya bagus. Pulpen yang ke-2 harganya jauh lebih murah. Merknyapun tidak terkenal. Namun kalau menulis, orang tersebut lebih sering memakai pulpen yang ke-2.

Mengapa?

Karena pulpen yang ke-2 lebih nyaman dipakai. Lebih lancar dan tulisannya lebih jelas dan terang. Pulpen yang pertama agak kaku tangan memakainya. Agak sulit. Paling dipakainya kalau menandatangani dokumen. Itupun jarang.

Pulpen yang pertama itu sering hanyalah sebagai pajangan saja di kantong. Lebih gaya dan lebih kren tampaknya. Tetapi secara fungsi lebih baik pulpen yang ke-2.

Bila pulpen pertama ketinggalan, sering dibiarkan dan diabaikan saja. Tidak apa-apa. Namun bila pulpen yang ke-2 tertinggal, orang tersebut berusaha mengambilnya ke rumah, atau dibeli saja karena harganya terjangkau. Pulpen yang ke-2 itu berhubungan erat dengan kelancaran pekerjaannya untuk tulis-menulis di kantor.

Mari sejenak kita merenungkan arti hidup kita di hadapan Allah dan di hadapan manusia. Ibarat illustrasi dua pulpen di atas… lebih ke arah mana makna hidup kita? Cenderung ke tipe pulpen pertama atau tipe pulpen ke-2?

Sudahkah hidup kita dapat dirasa dan bermakna bagi sesama kita walau kita dianggap orang tidak bernilai tinggi?
Dalam hal ini, rasul Paulus mengatakan,
“Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang.”

Selamat bekerja.
Selamat berkarya.
Selamat beraktivitas.
Selamat melayani.

Tuhan menyertai dan memberkati kita senantiasa. Amin.

Teriring salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahĂșn 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Illustration created using Gemini

Comments

comments