Roma 14:19
Sebab itu marilah kita mengejar apa yang mendatangkan damai sejahtera dan yang berguna untuk saling membangun.
Seorang teman, di kantongnya sering ada dua buah pulpen. Yang pertama harganya mahal. Bentuknya bagus dan mewah mengkilap. Merknya terkenal. Dibeli di sebuah etalase mall besar.
Pulpen yang satu lagi harganya jauh lebih murah. Merknyapun nyaris tidak dikenal. Dibeli di warung sebelah rumah. Namun kalau menulis, teman tersebut lebih sering memakai pulpen yang ke-2… yang lebih murah itu.
Mengapa?
Karena pulpen yang ke-2 lebih enak dipakai. Lebih lancar dan tulisannya lebih jelas dan terang.
Pulpen yang pertama itu agak kaku tangan memakainya. Agak sulit untuk dipakai menulis. Pulpen yang pertama itu sepertinya sering hanyalah sebagai pajangan saja di kantong. Lebih gaya dan lebih kren. Tetapi secara fungsi kurang!… lebih baik pulpen yang ke-2.
Bila pulpen pertama ketinggalan, sering dibiarkan dan diabaikannya saja dan tidak apa-apa. Namun bila pulpen yang ke-2 tertinggal, dia berusaha balik ke rumah mengambilnya. Sebab pulpen yang ke-2 itu berhubungan erat dengan kelancaran pekerjaannya untuk tulis-menulis.
Mari sejenak merenungkan arti dua pulpen itu berkaitan dengan hidup kita di hadapan Allah dan di hadapan manusia. Bagaikan 2 pulpen tersebut… lebih ke arah mana hidup kita? Cenderung ke tipe pulpen pertama penuh gaya? Ataukah tipe pulpen ke-2 penuh arti dan bermakna?
Nasihat Paulus bagi kita adalah agar hidup kita bermakna dan berarti. Dia katakan, “Sebab itu marilah kita mengejar apa yang mendatangkan damai sejahtera dan yang berguna untuk saling membangun.”
Filipi 4:5
Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang. Tuhan sudah dekat!
Meski dalam hal sederhana dan tampak kecil, hendaklah kebaikan hati kita dapat dilihat dan dirasakan orang lain ibarat pulpen ke-2 itu.
Selamat bekerja.
Selamat beraktivitas.
Selamat melayani.
Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kita senantiasa. Amin.
Teriring salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung
![]() |
Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahĂșn 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya |
Illustration created using DALLE-3 on Bing Image Creator




