Hidup Berempati Dengan Sesama Kita

Viewed : 1,481 views

Lukas 6:29
Barangsiapa menampar pipimu yang satu, berikanlah juga kepadanya pipimu yang lain, dan barangsiapa yang mengambil jubahmu, biarkan juga ia mengambil bajumu.

Ada orang membuat guyonan dengan mengutip ayat di atas. Mungkin maksudnya untuk melucu dan bergurau.

Ada orang mengartikan ayat tersebut secara harafiah. Juga ada yang bertanya-tanya apa maksud ayat tersebut.

Ayat tersebut bukanlah soal tampar-menampar, dan bukan soal beri-memberi jubah. Maksudnya adalah agar kita melakukan segala sesuatu secara maksimal. Melakukan sesuatu atau memberi tidak sekedar merasa puas dengan telah memenuhi standar normal saja, tetapi di atas normal. Dengan kualitas terbaik.

Bagaimana kita bisa, atau bagaimana kita mampu melakukan apapun dengan kualitas terbaik?

Motivasi bagi kita adalah dengan melihat apa yang telah Yesus perbuat. Yesus telah melakukan karya terbaik dengan menyerahkan diri-Nya dengan utuh.

Tuhan Yesus melakukan apa yang sempurna bagi kita, dan Dia berkata kepada kita, supaya kita juga ikut teladan-Nya.

Saat ini, kita diajak untuk hidup berempati dengan sesama kita, khususnya dengan orang yang terpapar pandemi, terlebih bagi keluarga yang kehilangan orang yang dikasihinya.

Banyak orang hidup susah. Mereka kehilangan pekerjaan. Usaha lesu. Keuangan sulit. Kita ikut prihatin. Mari memberi, bila perlu di atas batas normal.

Selamat beraktivitas.

Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kita. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahĂșn 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Photo by Jon Tyson on Unsplash

Comments

comments