Buku Kehidupan

Viewed : 519 views

Amsal 15:10
Didikan yang keras adalah bagi orang yang meninggalkan jalan yang benar, dan siapa benci kepada teguran akan mati.

Apakah ada tokoh atau orang tertentu yang berkesan dalam hidup kita? Umumnya ada. Siapa dia? Mungkin orang tersebut masih ada, atau sudah tiada.

Ketika seseorang telah mendahului kita menghadap Tuhan, maka akan ada kesan-kesan tertentu yang membekas. Ada kenangan istimewa yang biasanya diungkapkan jika misalnya kita diminta bercerita dan berbicara tentang ia yang telah tiada.

Kita juga nanti tanpa kecuali akan disampaikan orang-oranglah kesan-kesannya terhadap kita jika kita telah pergi ke SANA.

Kita tidak tahu apa yang disampaikan orang tentang kita. Semuanya itu seakan menjadi buku kehidupan tentang kita yang akan diungkapkan.

Kesan hidup berupa daftar isi kehidupan kita akan lebih berarti bila itu merupakan pesan hidup… pesan yang menginspirasi dan mendorong orang untuk melakukan apa yang baik yang seharusnya dilakukan.

Untuk membuat hidup kita menjadi kesan dan pesan yang baik, maka isilah hidup kita dengan kebenaran firman-Nya. Isilah hidup kita dengan kesaksian hidup sesuai status kita sebagai anak-anak-Nya.

Oleh sebab itu, kita perlu didikan yang mungkin terasa keras. Jangan mengabaikan teguran. Ayat dari Amsal di atas mengatakan, “… … dan siapa benci kepada teguran akan mati”, artinya orang yang tidak rela dididik firman Tuhan dan tidak mengindahkan teguran-Nya, akan pergi tanpa kesan dan tanpa pesan.

Mari kita lihat-lihat dan periksa isi buku hidup kita dengan cermat. Mari bertanya kepada diri sendiri:
•⁠ ⁠Apakah tujuan hidupku jelas?
•⁠ ⁠Adakah yang harus dicoret dalam buku hidupku?
•⁠ ⁠Adakah yang harus digarisbawahi?
•⁠ ⁠Adakah yang perlu diberi warna khusus… distabilo?
•⁠ ⁠Adakah yang harus dikurangi?
•⁠ ⁠Adakah yang harus dipertegas?
•⁠ ⁠Adakah yang harus ditambahkan?
•⁠ ⁠Adakah yang harus diberi tanda seru?
•⁠ ⁠Adakah yang harus diberi tanda tanya?
•⁠ ⁠Adakah banyak tiponya?
•⁠ ⁠Adakah yang harus di… … …?
•⁠ ⁠Apakah kesimpulan hidupku kelak benar sesuai tujuan?

Segeralah diedit ulang sebelum buku hidup kita masing-masing dijilid dan dinyatakan selesai… sebelum diperiksa oleh-Nya dan diungkapkan-Nya ketika Tuhan Yesus datang.

Entahkah buku hidup kita tebal atau tipis, singkat atau panjang, tak masalah. Yang penting biarlah itu menarik karena ada kesan dan pesan di dalamnya walau sederhana.
S E M O G A !

Selamat bekerja.
Selamat beraktivitas.
Selamat belajar.
Selamat melayani.

Tuhan Yesus Kristus menyertai dan memberkati kita. Amin.

Teriring salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Illustration created using DALLE-3 on Bing Image Creator

Comments

comments