Siap Sedialah Kita Sebagai Hamba-Nya

Viewed : 277 views

Yohanes 12:15
Jangan takut, hai putri Sion, lihatlah, Rajamu datang, duduk di atas seekor anak keledai.

Menjelang Paskah, Tuhan Yesus memasuki Yerusalem. Orang banyak menyambutnya dengan membawa daun palem. Daun palem melambangkan penghormatan untuk sang pemenang.

Mereka berseru, ”Hosana! Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan, Raja Israel!”

Peristiwa yang terjadi menjelang Paskah itu merupakan penggenapan dari nubuat Nabi Zakharia yang disampaikan sekitar tahun 520 Sebelum Kristus. Nubuat tersebut terkait kedatangan Mesias yang diharapkan orang Israel.

Orang Israel berharap Mesias segera mengembalikan kemuliaan Kerajaan Daud dengan menumpas kuasa Kekaisaran Romawi.

Biasanya seorang pahlawan pemenang, memasuki ibu kota dengan menunggang kuda, diiringi pasukan yang mendukungnya serta menuju istana kerajaan.

Berbeda halnya dengan Tuhan Yesus. Tuhan Yesus datang memasuki Yerusalem dengan menunggang seekor keledai muda diiringi para murid-Nya yang berjalan kaki.

Tuhan Yesus tidak menuju istana kerajaan, melainkan menuju Bait Allah.

Keledai adalah lambang kerendahan hati sedangkan kuda adalah lambang kegagahan. Istana lambang kuasa politik, Bait Allah lambang kuasa spiritual.

Masuknya Tuhan Yesus ke Yerusalem dengan cara seperti itu adalah untuk menegaskan kemesiasan-Nya, tetapi bukan kemesiasan seperti yang diharapkan oleh orang Israel.

Kedatangan-Nya bukan untuk merebut kekuasaan dari tangan Romawi, melainkan untuk mehancurkan kuasa dosa. Kedatangan Kristus tidak bersangkut paut dengan politik, melainkan fokus kepada spiritual yang memberi damai.

Keledailah yang Yesus tunggangi yang selaras dengan nubuat Zakharia, bukan kuda perang.

Satu hari kelak Tuhan Yesus akan menyatakan kuasa penghakiman-Nya dengan menunggang seekor kuda putih dan bermahkota kebesaran serta diiringi segenap bala tentara sorga. Saat itulah Tuhan Yesus menyatakan kuasanya sebagai Raja di atas segala raja dan Tuan di atas segala tuan” (Wah 19:11-16).

Sekarang kita hidup dalam masa antara Tuhan Yesus menunggang keledai dengan saat nanti Tuhan Yesus menunggang kuda putih. Inilah masa bagi para murid Kristus untuk mengabarkan berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa kepada segala bangsa… suatu jalan pendamaian dengan Allah.

Menjadi saksi Tuhan adalah respon kita akan Kemesiasan Tuhan Yesus. Masa ini adalah masa penantian penggenapan janji kedatangan-Nya yang kedua. Boleh jadi kedatangan Tuhan Yesus kedua kalinya tidak lama lagi. Siap sedialah kita sebagai hamba-Nya.

Selamat Hari Minggu.
Selamat beribadah

Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kita senantiasa. Amin

Teriring salam dan doa
Alamta Singarimbun – Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Illustration created using Llama 4 on Meta AI

Comments

comments