Mazmur 22:3
Padahal Engkaulah Yang Kudus yang bersemayam di atas puji-pujian orang Israel.
Kita mungkin membayangkan betapa senangnya seorang raja di atas takhtanya. Seorang raja akan mempertahankan takhtanya. Takhta adalah kehormatan baginya.
Banyak orang berebut takhta-takhta dalam berbagai bentuk. Termasuk kita jugakah?
Tuhan Maha Hadir, tetapi Daud menegaskan dan mengungkapkan dalam mazmurnya; bahwa Dia Yang Kudus bersemayam dan bertakhta di atas pujian umat-Nya… Israel.
Sebagai umat Tuhan, marilah kita senantiasa memuji dan menyembah Allah yang bersemayam dalam puji-pujian kita yang tulus dan murni.
Tuhan saja yang patut kita puji, sembah dan agungkan. Dia berhak atas itu.
Hal positif yang dapat kita peroleh jika kita memuji-muji Tuhan adalah damai dan sukacita. Kita merasa ada ketenangan dan kehangatan. Kita dimampukan menerima hidup kita sebagaimana kita ada.
Dalam setiap keadaan: susah atau senang, sukses atau gagal, diterima atau ditolak orang, diingat atau dilupakan orang, lancar atau macet urusan, hendaklah hati kita senantiasa berkata,
“PUJI TUHAN hai jiwaku!“
Selamat bekerja.
Selamat belajar.
Selamat beraktivitas.
Selamat melayani.
Tuhan Yesus Kristus bersemayam di hati dan di atas pujian kita. Terpujilah Dia. Dia menyertai kita. Amin.
Teriring salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung
![]() |
Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahĂșn 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya |
Illustration created using Llama 3.2 on Meta AI




