Kita Adalah Orang-orang Siang

Viewed : 292 views

1 Tesalonika 5:8
Tetapi kita, yang adalah orang-orang siang, baiklah kita sadar, berbajuzirahkan iman dan kasih, dan berketopongkan pengharapan keselamatan.

Pada umumnya siang hari digambarkan sebagai saat dimana orang bekerja, walau memang ada banyak jenis pekerjaan dilakakuan pada malam hari. Saat siang hari orang-orang sibuk beraktivitas. Dalam kesibukannya, orang akan menyadari apa yang sedang dilakukannya.

Saat malam hari, umumnya orang tidur. Ketika tidur, orang tidak sadar apa yang sedang berlangsung di sekitarnya, terlebih jika orang tidur pulas terlelap dibuai mimpi.

Kita adalah orang-orang siang kata rasul Paulus. Itu artinya kita sedang bekerja dan sadar sepenuhnya apa yang sedang kita kerjakan. Kita tanggap dengan apa yang sedang terjadi di sekitar kita. Orang-orang siang selalu berjaga-jaga dan sadar serta waspada. Orang-orang siang akan berupaya menghindarkan dirinya dari bahaya yang mengancam. Dengan demikian ia akan selamat.

Orang-orang siang berbajuzirahkan iman dan kasih.

Baju sering menjadi seragam atau ciri khas seseorang. Misalnya: dalam acara tertentu orang-orang diberitahu lewat undangan agar datang berbaju batik. Apakah setuju atau tidak setuju, batik diklaim sebagai ciri khas pakaian bangsa kita.

Kasih adalah pakaian kita… ciri khas kita sebagai orang-orang siang. Dengan kasih kita dikenal.

Baju berguna untuk melindungi diri kita. Orang-orang siang akan melindungi dirinya dengan memakai baju iman yang kuat.

Ketopong merupakan topi yang dikenakan di kepala. Kepala adalah pusat pemikiran kita yang harus dilindungi. Orang-orang siang akan memakai ketopong pengharapan keselamatan untuk menjaga pikirannya. Betapa sering seseorang dikacaukan pikirannya oleh karena merasa tidak ada keselamatan dan hilang pengharapannya.

Jadi orang-orang siang:
•⁠ ⁠dikenal sikapnya dari baju kasihnya,
•⁠ ⁠dilindungi hatinya oleh pakaian imannya,
•⁠ ⁠dijaga pikirannya oleh ketopong pengharapan keselamatannya.

Dalam Kristus kita sudah berstatus menjadi orang-orang siang, namun persoalannya adalah: apakah kita bersikap sebagai orang-orang siang?

Selamat belajar.
Selamat bekerja.
Selamat beraktivitas.
Selamat melayani.

Tuhan memberkati dan menyertai kita. Amin.

Teriring salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung.

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Illustration created using Llama 3.2 on Meta AI

Comments

comments