Markus 4:9
Dan kata-Nya: “Siapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!”
Sebelum Tuhan Yesus mengatakan ayat tersebut di atas, Dia menyampaikan perumpamaan tentang seorang penabur yang menabur benih. Yang diharapkan adalah buah yang berlipatganda.
Buah berlipatganda merupakan proses pertumbuhan dari benih yang jatuh ke tanah subur. Firman Tuhan yang masuk ke dalam hati adalah gambaran dari benih yang ditabur ke dalam tanah.
Jadi kita perlu dan penting mendengar sabda-Nya. Semoga hati kita menjadi tanah yang subur untuk tempat bertumbuhnya firman Tuhan yang ditabur.
Sebab itu mari kita terus membuka telinga… membuka hati untuk mendengar firman-Nya. Mari selalu siapkan hati untuk menyimak serta merenungkan firman-Nya. Kiranya kita rindu dan siap untuk melakukannya. Mari berdoa agar oleh kuat kuasa Roh Kudus kita dimampukan untuk berbuah melakukan kebenaran firman Tuhan.
S e m o g a !
Roma 10:17
Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.
Selamat beraktivitas.
Selamat melayani.
Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kita senantiasa. Amin.
Teriring salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung
![]() |
Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahĂșn 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya |
Illustration created using DALLE-3 on Bing Image Creator




