1 Korintus 4:1
Demikianlah hendaknya orang memandang kami: sebagai hamba-hamba Kristus, yang kepadanya dipercayakan rahasia Allah.
Dari beberapa pakaian yang kita miliki, kenyamanan memakainya beragam. Tidak sama.
Ada pakaian yang terasa nyaman dan cocok memakainya walau harganya murah. Sehari-hari cenderung pakaian tersebut dipakai ke manapun.
Walau mungkin warnanya tidak menarik dan benang-benangnya sudah lepas-lepas, tapi terasa menyatu dengan tubuh saat memakainya. Orang mungkin berkata dalam hatinya, “Bajunya kok itu-itu aja terus?” Sampai-sampai istrinyapun melarang untuk dipakai.
Terpaksalah terkadang sembunyi-sembunyi dan diam-diam memakainya dan langsung pergi agar tidak disuruh diganti. Habis bagaimana?… sangat nyaman dipakainya. Dan rasanya ingin semua pakaian seperti itu, tapi tidak bisa.
Ada baju yang tidak nyaman dipakai, terasa ada tajam-tajamnya, apalagi kalau cuaca panas. Padahal harganya jauh lebih mahal dan merk dagangnya top. Baju itu dipakai kalau pergi ke pesta dan diperkirakan ada AC. Kalau tidak, malas memakainya. Pakaian ini sepertinya hanyalah sebagai pajangan saja. Terasa tersiksa sebetulnya memakainya.
Bila kita diumpamakan sebagai pakaian… nyamankah Allah memakai kita untuk melakukan maksud-Nya?
Meskipun kita sederhana saja, jika Allah mempercayakan rahasia-Nya kepada kita, tentu tidak ada masalah.
Apakah kita hanya sebagai pakaian pajangan saja ibarat baju mahal itu di hadapan Allah?
Ataukah kita sebagai pakaian sederhana saja, namun sungguh dipercayakan Allah mencapai maksud-Nya?
Kitalah yang tahu dan memahami siapa kita dan terlebih Allah yang tahu siapa kita sesungguhnya.
Tidaklah menjadi masalah entahkah kita baju mahal atau baju murah. Yang penting Allah “merasa nyaman” memakai kita menjadi teman sekerja-Nya.
Mari kita menjadi hamba-hamba Yesus Kristus yang setia dan terus-menerus dipakai-Nya menjadi alat-Nya dan dipercaya memegang rahasia-Nya.
Bagaikan pakaian itu… sampai benang-benang kita terlepas-lepaspun tidak apa-apa… asal semua yang kita lakukan untuk DIA… sampai Tuhan akhirnya memanggil kita untuk diabadikan bersama Dia, karena sudah selesai tugas dan peran hidup kita sebagai baju yang baik dan nyaman dipakai Allah untuk menggenapi rencana-Nya.
S e m o g a !
Selamat bekerja.
Selamat beraktivitas.
Selamat melayani.
Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kita. Amin.
Teriring salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung
![]() |
Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahĂșn 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya |
Illustration created using DALLE-3 on Bing Image Creator




