Apakah Suami Diperbolehkan Menceraikan Isterinya?

Viewed : 381 views

Markus 10:2-5
Maka datanglah orang-orang Farisi, dan untuk mencobai Yesus mereka bertanya kepada-Nya: “Apakah seorang suami diperbolehkan menceraikan isterinya?”
Tetapi jawab-Nya kepada mereka: “Apa perintah Musa kepada kamu?”
Jawab mereka: “Musa memberi izin untuk menceraikannya dengan membuat surat cerai.”
Lalu kata Yesus kepada mereka: “Justru karena ketegaran hatimulah maka Musa menuliskan perintah ini untuk kamu.

Orang-orang Farisi ingin menjebak dan mencobai Yesus dengan pertanyaan-pertanyaan sulit. Mereka harapkan agar Yesus kesulitan menjawabnya. Bahwa apapun jawabannya, semua akan memberatkan Yesus. Mereka ingin memiliki alasan kuat untuk menyalahkan Yesus. Namun tentu saja mereka tidak mampu berargumen dengan Yesus.

Dalam ayat di atas, Tuhan Yesus ditanya soal perceraian… apakah boleh seorang suami menceraikan istrinya? Lantas Yesus balik bertanya: apa yang mereka pahami dengan apa kata Musa. Apa kata Hukum Taurat yang mereka hafal dan ajarkan selama ini.

Tuhan Yesus berkata bahwa Musa mengijinkan perceraian karena mereka bersikeras. Mereka memaksa. Allah sungguh melarang para suami menceraikan istrinya. Tentu juga berlaku sebaliknya; para istripun sama… tidak boleh meminta untuk diceraikan.

Tuhan Yesus berkata, “Justru karena ketegaran hatimulah maka Musa menuliskan perintah ini untuk kamu. Musa seolah berkata “Apa boleh buat… ya sudahlah… buatkan saja surat cerainya.”

Mungkin kita juga sering bersikeras dan ngotot meminta sesuatu kepada Allah. Kita memaksakan diri untuk mendapatkan apa yang diinginkan, pada hal permintaan kita sebetulnya tidak cocok dan tidak pas buat kita. Mungkin ada juga orang berpendapat bahwa itulah tanda iman… pokoknya gigih meminta.
Betulkah demikian?

Tentu tidak ada jawaban eksak untuk ini. Hal tersebut juga sering bergantung kepada pendapat seseorang.

Namun janganlah kiranya ketika permintaan kita dikabulkan Tuhan, namun di balik itu Allah seakan berkata, “Ya apa boleh… sudahlah… berikan sajalah!”

Sebagai anak-anak Tuhan, mari menyerahkan kedaulatan dan otoritas Allah sepenuhnya atas hidup kita. Biarlah Tuhan bertindak dan berkuasa sepenuhnya atas diri kita. Mari kita merendahkan hati di kaki Tuhan.

Selamat bekerja.
Selamat beraktivitas.
Sekamat melayani.

Tuhan memberkati dan menyertai kita. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahĂșn 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Illustration created using DALLE-3 on Bing Image Creator

Comments

comments