Jati Diri Agung Dari Tuhan Yesus

Viewed : 359 views

Lukas 22:26
Tetapi kamu tidaklah demikian, melainkan yang terbesar di antara kamu hendaklah menjadi sebagai yang paling muda dan pemimpin sebagai pelayan.

Orang normal ingin memiliki citra dan jati diri yang baik. Dalam hal ini, sering jati diri dikaitkan dan diukur dari penghargaan manusia saja. Sering citra diri bermotif popularitas. Pandangan seperi ini terlalu sempit.

Kalau dicermati kehidupan dan ajaran Yesus, citra diri yang baik tidak didasarkan atas penilaian manusia, tetapi dari Tuhan sendiri. Titik berat jati diri bukan terletak pada sekedar penghargaan yang diterima, tetapi dari sikap dan hati yang mengasihi serta melayani.

Yesus berkata bahwa Dia datang bukan untuk dilayani tetapi untuk melayani dan menyerahkan diri dan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi manusia. Inilah JATI DIRI AGUNG dari Tuhan Yesus.

Jati diri berhubungan dengan sikap hati dan kerelaan untuk berkorban dan sangat jauh dari keinginan untuk dihargai berlebihan.

Sebagai saksi Kristus, kita semestinya memiliki kesaksian hidup yang baik. Dengan demikian kita memenuhi perintah Allah.

Untuk memiliki jati diri yang baik, maka:
•⁠ ⁠hendaklah setiap hal yang dikerjakan, dipandang sebagai sebuah kesempatan yang baik untuk memuliakan Tuhan,
•⁠ ⁠hendaklah setiap hal yang dikerjakan, dipandang sebagai sebuah kesempatan untuk membuat orang lain menjadi lebih baik, karena inilah arti dari hidup bermakna.

Hidup bermakna adalah hidup yang didedikasikan melayani orang lain, bukan berfokus kepada diri sendiri. Sebab itu hendaklah setiap hal yang dikerjakan, apapun itu; dipandang sebagai usaha untuk menabur apa yang baik yang kelak akan berbuah.

Selamat bekerja.
Selamat beraktivitas.
Selamat melayani.

Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kita. Amin.

Teriring salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Illustration created using DALLE-3 on Bing Image Creator

Comments

comments