Filipi 2:5-7
Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.
Dari posisi yang tertinggi di Surga, Kristus turun ke posisi terendah di bumi. Dia yang adalah Allah rela berinkarnasi menjadi manusia.
Hal tersebut Yesus lakukan untuk satu hal, yaitu agar kita selamat. Betapa dalam kasih-Nya. Betapa besar pengorbanan-Nya.
Yesus mengosongkan diri-Nya. Dia mengambil rupa sebagai seorang hamba dan menderita demi kita.
Biarlah kasih-Nya yang begitu mulia itu menolong dan memberi kita semangat untuk tetap setia kepada Dia. Kita diingatkan untuk tidak hidup untuk diri sendiri, tetapi hidup bagi Dia.
2 Korintus 5:14-15
Sebab kasih Kristus yang menguasai kami, karena kami telah mengerti, bahwa jika satu orang sudah mati untuk semua orang, maka mereka semua sudah mati.
Dan Kristus telah mati untuk semua orang, supaya mereka yang hidup, tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Dia, yang telah mati dan telah dibangkitkan untuk mereka.
Mari kita sungguh-sungguh hidup berkenan kepada Allah sebagai respons kita terhadap apa yang telah Dia lakukan di masa lampau, terhadap apa yang Dia sedang lakukan saat ini, dan terhadap apa yang akan Dia lakukan di hari yang akan datang, terlebih ketika Dia akan datang kembali menjemput kita yang telah diselamatkan.
Wahyu 22:20
Ia yang memberi kesaksian tentang semuanya ini, berfirman: “Ya, Aku datang segera!” Amin, datanglah, Tuhan Yesus!
P u j i T u h a n !
Selamat beraktivitas.
Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kita senantiasa. Amin.
Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung.
![]() |
Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahĂșn 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya |
Photo by Raghavendra V. Konkathi on Unsplash




