Yohanes 12:24
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah.
Pohon yang berbuah segar dan ranum diawali dengan benih yang masuk dalam proses yang menyakitkan. Benih itu harus jatuh dan mengalami penghancuran dalam tanah. Setelah itu barulah bertumbuh dan akhirnya menghasilkan buah berlipat ganda.
Bagaikan pohon yang ranum buahnya, Tuhan ingin agar kita bertumbuh dan berakar di dalam Dia. Dengan berakar di dalam Kristus, kita menjadi kuat dan berbuah, sehingga dapat dipakai Allah untuk mencapai maksud dan rancangan-Nya.
Orang-orang yang diurapi Tuhan, sering memiliki catatan hidup yang tidak mudah. Banyak pengalaman panjang yang dilewati dengan penuh pergumulan.
Seseorang yang mau ”mati bagi diri sendiri” dalam hal ”menyangkal diri” serta “melepaskan si akunya”, maka orang seperti itulah yang akan dapat bangkit dan memberi pengaruh serta perubahan kepada dunia ini.
Dalam berbagai profesi dan tingkat kesuksesan yang kita miliki, bila kita membuka telinga dan hati kita kepada suara Allah, serta taat melakukan Firman-Nya, maka Allah di pihak kita dan Dia akan berkenan menjadikan kita sebagai pembawa damai dan berdampak postif untuk merubah dunia ini.
Tuhan memberkati kita. Amin.
Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung
![]() |
Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya |
Photo by Francesco Gallarotti on Unsplash




