Takkan Kekurangan Aku

Viewed : 524 views

Mazmur 23:1
Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.

Manusia sering merasa risau dan takut “kekurangan”. Itulah salah satu penyebab mengapa orang sangat sibuk mencari dan mencari terus. Bahkan ada yang sampai “mencuri”, artinya melakukan apa yang tidak boleh. Mengambil yang bukan haknya. Melawan hati nuraninya. Semua atas nama “takut kurang”. Perasaan kekurangan membuat banyak orang berlaku curang.

Sebetulnya sering perasaan kita saja yang mengatakan bahwa kita kekurangan. Padahal kita sudah dicukupkan Tuhan.

Memang ada juga positifnya, bahwa perasaan kekurangan mendorong kita untuk berusaha sehingga kita jadi lebih maju dan kelengkapan hidup tercapai. Tampaknya hal ini benar juga. Namun apakah setelah memperoleh apa yang kita mau akan membuat kita berkata, “Cukup!” Sepertinya akan muncul lagi keinginan lain dan begitu terus tanpa henti dan tanpa batas.

Akibat negatif merasa kekurangan membuat kita sulit bersyukur atas apa yang ada. Perasaan kekurangan membuat orang egois dan tidak mau berbagi. Penyakit aneh muncul. Orang jadi tidak peduli kepada sesamanya. Hatinya berkata, “Akupun kurang!”

Perasaan kekurangan membuat patokan dan standar hidup kita menjadi apa kata manusia… bukan apa kata Tuhan.

Perasaan kekurangan menciptakan persaingan dan alam tidak sehat di antara manusia jadinya. Kita tidak dapat menikmati hidup akibat gangguan perasaan kekurangan.

Apakah memang kita kekurangan? Apa kekurangan kita? Apakah kekurangan itu hanyalah perasaan kita saja?

Mari kita datang kepada Tuhan. Di dalam Dia kita dapat dipuaskan! Di dalam Kristus, dengan yakin kita dapat berkata seperti Pemazmur, “Takkan kekurangan aku!”

Selamat bekerja
Selamat beraktivitas.
Selamat melayani.

Tuhan Sumber Segala Kebaikan melimpahkan berkat-Nya kepada kita. Amin.

Teriring salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahĂșn 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Illustration created using DALLE-3 on Bing Image Creator

Comments

comments