Taburkanlah Benihmu Pagi-pagi Hari

Viewed : 1,123 views

Pengkhotbah 11:6
Taburkanlah benihmu pagi-pagi hari, dan janganlah memberi istirahat kepada tanganmu pada petang hari, karena engkau tidak mengetahui apakah ini atau itu yang akan berhasil, atau kedua-duanya sama baik.

Kita memiliki kesempatan untuk berjuang dan berbuat apa yang terbaik untuk mencapai mimpi indah kita, terlebih kerinduan kita untuk hidup mengabdi dan melayani.

Untuk itu kita berusaha untuk hidup berkualitas sebaik kita bisa. Sungguh-sungguh melakukan apa yang menjadi tanggung jawab kita. Tekun dan rajin, sehingga mimpi indah dapat diraih.

Pada dasarnya, tujuan kita bukanlah sekedar hasil, tapi bagaimana kita dibentuk dan ditempa melalui proses yang dijalani. Pengalaman memperkaya kita menjadi pribadi yang ulet dan tangguh. Bermental baja.

Pengkhotbah ingatkan kita untuk menabur benih di pagi hari, artinya sedini mungkin kita merancang dan memulai cita-cita. Jangan menunda.

Juga dikatakan agar jangan memberi istirahat kepada tanganmu pada petang hari, artinya jangan cepat merasa puas. Istirahat pastilah perlu, tapi bukan dalam pengertian bermalas-malas dan memanjakan diri.

KERAJINAN dan KETEKUNAN semestinya menjadi CAP dan LABEL kita sebagai anak-anak Allah:
• rajin dan tekun belajar,
• rajin dan tekun bekerja,
• rajin dan tekun melayani.

Ingatlah juga firman Tuhan yang mengatakan, “Orang yang bermalas-malas dalam pekerjaannya sudah menjadi saudara dari si perusak” (Amsal 18:9).

Tentu tidak ada orang yang mau dijuluki sebagai perusak. Karena itu selagi ada waktu dan peluang, mari kita menggunakan setiap kesempatan untuk berjuang dengan lebih semangat, lebih bergairah dan lebih antusias. Maksimalkan diri dengan semua karunia dan talenta yang Tuhan beri untuk kita lebih produktif, sehingga hari ini kita lebih berhasil dari hari kemaren, dan besok lebih berhasil lagi.

Tetap semangat!

Kiranya Tuhan menolong kita dalam semua usaha dan perjuangan hidup kita dalam mencapai cita-cita dan hidup untuk mengabdi dan melayani.

Tuhan Yesus menyertai, memberkati, dan menong kita. Amin.

Teriring salam dan doa.
Alamta Singarimbun – Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Illustration created using DALLE-3 on Bing Image Creator

Comments

comments