Lebih Dari Pada Pengawal Mengharapkan Pagi

Viewed : 936 views

Mazmur 130:5-6
Aku menanti-nantikan TUHAN, jiwaku menanti-nanti, dan aku mengharapkan firman-Nya.
Jiwaku mengharapkan Tuhan lebih dari pada pengawal mengharapkan pagi, lebih dari pada pengawal mengharapkan pagi.

Pengalaman ketika dulu pernah ikut tugas ronda malam di perumahan tempat tinggal… yang sangat diharapkan adalah agar malam segera berakhir. Diharapkan pagi segera datang, agar dapat pulang ke rumah untuk istirahat.

Arloji di tangan terus- terusan dilihat. Ingin rasanya waktu dipercepat. Begitu waktu tugas selesai, hatipun senang, segera pulang dan istirahat. Senang sekali dan lega perasaan ini.

Pemazmur mengatakan betapa dia rindu menantikan Tuhan, dia merindukan firman-Nya melebihi para penjaga atau para pengawal mengharapkan pagi segera datang… melebihi pengalaman sebagai petugas ronda malam untuk segera ke rumah setelah pagi hari muncul.

Sejauh mana kerinduan kita akan firman-Nya?
Apakah sama dengan ketika kita sedang lapar menantikan makanan untuk disantap?
Bila perlu lebih dari itu.

Tuhan, beri aku rasa haus dan lapar kepada firman-Mu. Biarlah aku bersegera datang merenungkan dan menikmati perkataan-Mu. Puaskan aku dengan kehadiran-Mu dalam diriku. Biarlah firman-Mu membawa perubahan baik dalam perilakuku. Amin.

Tuhan menyertai dan memberkati kita. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahĂșn 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Photo by Mathew Thomas

Comments

comments