Usaha Menjaring Angin

Viewed : 649 views

Pengkhotbah 1:14-17
Aku telah melihat segala perbuatan yang dilakukan orang di bawah matahari, tetapi lihatlah, segala sesuatu adalah kesia-siaan dan usaha menjaring angin.
Yang bongkok tak dapat diluruskan, dan yang tidak ada tak dapat dihitung.
Aku berkata dalam hati: “Lihatlah, aku telah memperbesar dan menambah hikmat lebih dari pada semua orang yang memerintah atas Yerusalem sebelum aku, dan hatiku telah memperoleh banyak hikmat dan pengetahuan.”
Aku telah membulatkan hatiku untuk memahami hikmat dan pengetahuan, kebodohan dan kebebalan. Tetapi aku menyadari bahwa hal ini pun adalah usaha menjaring angin.

Profil Salomo;
• Dia raja berkuasa
• Dia penuh hikmat
• Dia kaya raya
• Dalam masa pemerintahannya, kerajaannya damai, tidak ada perang
• Dia dipercayakan Tuhan mendirikan Bait Allah
• Dia dikagumi banyak orang
• Dia memiliki banyak istri (tentu tidak boleh ditiru karena poligami), artinya dari segi sisi kebutuhan seorang pria Salomo puas.
Apa kekurangan Salomo?

Salomo mengatakan beberapa kata diulang-ulang: Aku telah…

Salomo telah melakukan… telah menikmati… telah mengalami… telah melewati… telah puas dengan kenikmatan hidup.

Apa yang kurang dalam hidup Salomo?
Mengapa dia katakan kesia-siaan… seperti menjaring angin dalam capaian hidupnya?
Mengapa dia tidak tidak berkata; Aku puas…

Apakah dia kekurangan?
Apa lagi yang perlu ditambahkan untuk Salomo supaya kata sia-sia dan menjaring angin tidak disebutkannya?

Totalitas hidup Salomo, terutama pada bagian akhir hidupnya, sungguh tragis juga. Hatinya menjauh dari Tuhan. Hatinya kepada Tuhan dibelokkan. Ini kemungkinan penyebabnya, sehingga dia merasa sia-sia semua dengan apa yang telah dia bangun dan apa yang telah diperolehnya.

Dari perkataan Salomo, dapat ditarik suatu pelajaran bahwa sesungguhnya apapun yang diperoleh, seberhasil apapun kita, namun jika tidak di dalam Tuhan, semua akan terasa sia-sia. Awalnya saja kita nampak senang menikmati, lama-lama terasa biasa saja dan hambar juga akhirnya.

Oleh sebab itu mari kita membangun hidup kita di dalam takut dan hormat kepada Allah, sehingga dalam semua hal, besar atau kecil perolehan kita… tidak akan keluar kata sia-sia. Tidak akan muncul ungkapan menjaring angin dari hati dan ucapan kita.

Bersama Tuhan kita berbahagia dan dapat menikmati sepenuhnya apa yang Tuhan tetapkan menjadi rejeki dan bagian hidup kita.
Puji Tuhan!

Selamat beraktifitas
Selamat bekerja.
Selamat belajar
Selamat melayani…

Tuhan menyertai dan memberkati kita senantiasa.
Amin.

Teriring salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Image By freepik

Comments

comments