Mazmur 1:1-3
Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.
Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.
Bila menyetir atau berada di dalam sebuah mobil yang sedang mengalami kemacetan, sering kita kurang tahu persis apa yang sedang terjadi di depan. Penglihatan kita cuma pendek saja.
Dalam suasana seperti itu, didorong oleh rasa ketidaksabaran apalagi karena keburu waktu, banyak orang ambil jalan yang salah. Jalan yang tampaknya sepi dimasuki, padahal jalan itu tidak boleh dilalui. Di depan sana ada polisi yang siap menilang kalau lewat jalan itu.
Jika kita memiliki alat komunikasi yang dapat memberi informasi apa yang terjadi di depan sana, kita mendapat petunjuk jalan terbaik untuk dilewati. Keadaan kita akan lebih baik dan tujuan akan lebih mudah untuk dicapai.
Begitulah sering hidup ini, kita tidak tahu apa bakal terjadi besok, lusa dan seterusnya. Sering kita kehilangan arah melewati jalan-jalan hidup dan serba misteri dan sulit. Bahkan kita mungkin berada dalam jalan yang berbahaya tapi kita tidak sadari itu.
Allah dengan firman-Nya sanggup menuntun kita dalam jalan yang benar. Firman Tuhan berbicara tentang masa lampau dan juga berbicara hal-hal yang akan datang.
Persoalannya adalah kita kurang mau menundukkan diri kepada firman Tuhan. Sering kita merasa mampu berjalan sendiri dengan akal pikiran saja tanpa penyerahan kepada Allah.
Apabila kita berkomunikasi dengan Allah melalui doa dan firman-Nya serta rela dipimpin oleh Roh-Nya, maka itulah jalan terbaik dan jaminan hidup yang dapat diandalkan.
Bila kita taat dan sungguh percaya kepada Allah, itulah jalan yang paling aman dan penuh berkat.
Puji Tuhan!
Selamat beraktifitas.
Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kita senantiasa. Amin.
Salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung
![]() |
Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya |
Photo by Bogdan Kozlovskyi on Unsplash




