Betapa Mulia dan Berharganya Kerajaan Sorga

Viewed : 438 views

Matius 13:45-46
Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah. Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, ia pun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu.

Tuhan Yesus membuat sebuah perumpamaan tentang betapa mulia dan betapa berharganya Kerajaan Sorga. Digambarkan sebagai mutiara yang indah.

Sakin indahnya, seorang pedagang menjual seluruh hartanya untuk dapat membeli mutiara itu. Artinya mutiara itu jauh lebih berharga dari apapun yang dia miliki. Seorang pedagang tentu tahu dan memahami tentang harga ini. Dia telah melakukan kalkulasi dan berkesimpulan bahwa dia sangat amat beruntung bila dapat memiliki mutiara itu. Lebih bernilai.

Perumpamaan itu mestinya membuka hati dan pikiran kita tentang betapa berharganya Kerajaan Sorga yang telah dianugerahkan-Nya kepada kita.

Betapa ruginya sebetulnya kita kalau kita masih saja tidak menyadari dan tidak peduli betapa mahalnya harta kekal kita: KERAJAAN SORGA.

Betapa bodohnya bila ada orang yang menukarkan mutiara harta kekal itu dengan harta murahan dunia ini; apapun alasannya! (minta maaf jika kalimat ini dirasa tidak sopan, terlalu keras dan kasar ๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™).

Sahabat yang kekasih…
Bagi kita yang telah menerima Kerajaan-Nya… kita diingatkan dan diajak untuk bersyukur. Mari kita rawat harta itu dengan cara semakin mengenal Kristus yang telah memberikan harta itu. Kita taat kepada Dia. Tekun dan bertumbuh dalam iman kepada Yesus. Kita menjadi agen pewarta Kerajaan Soga; agar orang lain juga menjadi member Kerajaan Sorga dengan cara: percaya dan menerima Kristus.

Tuhan Yesus Pemilik Kerajaan Sorga menyertai dan memberkati kita senantiasa. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahรบn 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Photo by Dmitry Zvolskiy

Comments

comments