Matius 6:20
Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya.
Ketika manusia pergi menghadap Tuhan, apapun tidak akan dapat dibawa. Jangankan harta, bahkan tubuhnya pun orang lain yang akan mengusungnya ke pemakaman.
Ayub dalam kepedihannya karena seluruh harta bendanya habis dan anak-anaknya meninggal serta dia terkena penyakit berkata dalam Ayub 1:21, ”Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!”
Pada umumnya, bagi manusia yang menarik adalah kemuliaan dunia ini dan gigih memperolehnya. Bagi Tuhan lain sama sekali. Bagi Dia yang menarik adalah diri kita. Itulah sebabnya mengapa Dia datang mencari dan menebus kita.
Perenungan bagi kita yang telah ditebus; sejauh mana kedekatan kita dengan Dia, dan apa yang kita perbuat dalam hidup ini untuk kemuliaan-Nya?
Di tengah kesibukan kita menjalankan tugas dan tanggung jawab setiap hari, janganlah lupa mencari apa yang paling berarti dalam hidup ini.
Kekayaan yang paling indah dan kekal adalah hubungan baik dengan Allah. Kita butuh harta, tetapi janganlah daya tarik dunia menghalangi kita untuk dekat dengan Tuhan.
Kalau kita jauh dengan Tuhan, kita kehilangan apa yang terbaik. Meski hidup kita sederhana saja, namun bila kita dekat dengan Dia, sesungguhya kita telah memperoleh apa yang paling baik dan kita tidak akan pernah menyesal.
Tuhan memberkati dan menyertai kita. Amin.
Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung
![]() |
Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya |
Photo by Matt Botsford on Unsplash




