Ketekunan Dalam Bekerja

Viewed : 671 views

Yakobus 1:4
Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun.

Seorang sopir semangat membawa bus antar pulau sebagai profesinya, padahal pekerjaan itu sebetulnya cukup berat dan melelahkan. Banyak orang yang tidak tahan dan merasa pekerjaan tersebut menjemukan.

Ada seorang yang datang bertanya kepadanya dimana rahasianya sehingga dia sangat bergairah mengerjakan pekerjaan tersebut. Dia berkata bahwa jika orang lain merasa bahwa menyetir bus tersebut sebagai pekerjaan rutin, maka dia menganggap pekerjaannya sebagai pekerjaan rileks dan piknik setiap hari.

Jadi rupanya persepsi dan cara pandang yang berbeda dengan orang lain memampukan pak sopir itu senang dan menikmati pekerjaannya yang bagi sebagian orang menjadi beban dan terpaksa.

Kita yakin bahwa Allah yang memberi keberhasilan dalam hidup ini. Namun di sisi lain, keberhasilan dan kualitas hidup yang baik muncul dan lahir dari persepsi dan cara pandang yang benar terhadap arti hidup.

Produktivitas dalam pekerjaan bagi kaum professional dan buah-buah pelayanan yang bertumbuh bagi para pelayan Tuhan dalam jemaat adalah anugerah Allah atas hamba-hambanya yang semangat, tekun dan setia. Selanjutnya cara pandang dan persepsi yang benar serta keyakinan yang teguh adalah kata-kata kunci bagi orang yang dipakai Allah dalam pelayanan dan kehidupan rohani, serta beroleh keberhasilan dalam pekerjaan.

Rasul Yakobus yang mengatakan bahwa dengan ketekunanlah kita akan dapat memperoleh buah yang matang dan membuat kita menjadi semakin sempurna dan utuh… tak kekurangan suatu apapun yang baik.

Oleh sebab itu, kita dimotivasi dan diingatkan untuk rajin dan bertekun mengerjakan apa yang terbaik dan berkualitas dalam setiap pekerjaan dan pelayanan kita. Tetap semangat hidup.

Selamat beraktifitas.

Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kita. Amin

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Photo by Abasiakan

Comments

comments