Kolose 1:23
Sebab itu kamu harus bertekun dalam iman, tetap teguh dan tidak bergoncang, dan jangan mau digeser dari pengharapan Injil, yang telah kamu dengar dan yang telah dikabarkan di seluruh alam di bawah langit, dan yang aku ini, Paulus, telah menjadi pelayannya.
Penghargaan kita terhadap sesuatu yang diperoleh dengan susah payah, umumnya jauh lebih tinggi daripada sesuatu yang diperoleh dengan mudah, terlepas dari apakah sesuatu itu penting atau tidak bagi kita.
Barangkali itulah salah satu alasannya mengapa emas lebih mahal daripada udara. Emas lebih sulit untuk menemukannya. Udara dapat diperoleh secara gratis dan melimpah. Kita tinggal menghirupnya saja. Orang tidak akan pernah tertarik mencuri udara dari rumah kita, tetapi emas yang kita simpan dapat hilang ketika kita lengah.
Bila ditanya pilih mana, udara 100 liter atau emas 1 liter? Pastilah kita akan memilih emas. Padahal kalau dipikir-pikir udara jauh lebih berguna dan lebih penting bagi manusia daripada emas.
Bila udara tidak ada, kita tidak dapat hidup. Coba saja tidak menarik nafas dalam 1 menit, pastilah tidak kuat. Kita akan mati lemas bila kita tidak menghirup udara selama kurun waktu relatif singkat. Akan tetapi bila kita tidak memiliki emas, kita dapat bertahan hidup.
Kita diselamatkan dengan cuma-cuma karena anugerah Allah melalui pengorbanan Yesus di kayu salib. Mungkin karena gratis itulah yang sering membuat kita lengah, kurang menghargai keselamatan. Kita merasa hal itu biasa-biasa saja. Bahkan ada orang yang terselip dan menjual keyakinannya. Ditukar dengan keyakinan lain karena alasan tertentu.
Dengan menerima anugerah keselamatan, berarti kita memiliki predikat yang amat tinggi yaitu anak-anak Allah. Tetapi sering kita tidak menyadari hal itu. Semestinya dengan predikat anak-anak Allah, kita tergerak untuk melakukan sesuatu kepada-Nya, merasa bertanggung jawab dalam menghadirkan kerajaan Allah di mana kita berada.
Marilah kita belajar dan tekun melakukan sesuatu bagi Tuhan dalam hidup ini sebagai wujud penghargaan kita terhadap kasih karunia Allah.
Selamat beraktifitas.
Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kita senantiasa. Amin
Salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung
![]() |
Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya |
Photo by @ramu_aladdin on Unsplash




