Berkat Allah Menyertai

Viewed : 1,244 views

Mazmur 127:1-2
Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya; jikalau bukan TUHAN yang mengawal kota, sia-sialah pengawal berjaga-jaga. Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah—sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur.

Keberhasilan tidaklah semata-mata dibangun dengan kekuatan otot dan tajamnya pikiran saja. Sukses tak selalu muncul karena upaya diri sendiri.

Kita meyakini bahwa semua pencapaian yang gemilang selalu karena kasih karunia Allah. Sering sekali manusia terfokus kepada hasil. Oleh karena itu bagaimanapun caranya tidak dipersoalkan, yang penting berhasil mendapat apa yang diinginkan. Manusia tidak segan mengambil jalan pintas dan semua cara dihalalkan.

Berbeda dengan pola pikir yang ditanamkan Allah. Allah tidak terlalu melihat seberapa banyak dan sebesar yang dapat kita hasilkan, namun Tuhan ingin melihat prosesnya. Oleh sebab itu Allah menuntut cara dan proses yang benar.

Tidak ada masalah bagi Allah untuk memberi hasil yang besar dengan sekejap mata. Bagi Dia hanyalah semudah membalikkan telapak tangan saja. Tetapi proses yang baik adalah masalah lain dan Tuhan sangat peduli akan hal ini.

Tuhan tidak pernah menyuruh manusia mencari jalan pintas. Sama halnya dengan proses penyelamatan manusia; Kristus harus tunduk dalam proses yang amat sulit… JALAN SALIB. Yesus taat meski dalam kengerian dalam doa-Nya Dia berkata, ”Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau mau, ambillah cawan ini dari pada-Ku; tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi.” (Lukas 22:42).

Kehendak Allah jelas yaitu Yesus harus taat dan harus mengambil cawan itu. Yesus lakukan dengan sempurna. Hal yang sama, Dia inginkan agar kitapun merendahkan hati dalam proses. Dalam proses itulah Allah melihat hati dan ketaatan kita.

Apapun cita-cita dan keinginan kita, lakukanlah dengan cara-cara benar dan penuh keTAATan untuk kemuliaan Tuhan.

Mari kita bekerja dengan semangat dan tekun. Capaian hasil akan maksimal jika berkat Allah menyertai.
P u j i  T u h a n !

Tuhan Yesus memberkati dan menyertai kita seanantiasa, Amin

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Photo by Andrea Piacquadio

Comments

comments