Suatu Hidup yang Penuh Pengharapan

Viewed : 369 views

Petrus 1:3
Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan.

Kita harus akui bahwa kita telah banyak melakukan hal-hal yang tidak berkenan di hati Tuhan. Tindakan kita banyak yang mendukakan hati Tuhan.

Tetapi Tuhan berbeda dengan manusia. Manusia cenderung mengingat-ingat hal-hal buruk yang ada pada orang lain. Namun Tuhan sesuai dengan kebesaran kasih-Nya tidak seperti manusia. Allah proaktif mencari manusia dan memberikan anugerah pengampunan secara menyeluruh.

Tuhan mengikhtiarkan perdamaian dengan manusia yang telah berdosa. Dia mau membina hubungan baru dengan siapapun yang membuka diri untuk bertobat dan meyambut uluran kasih-Nya.

Dia tidak lagi mengingat-ingat masa lalu kita seburuk apapun itu. Yang ada dalam hati Allah adalah bahwa hubungan kita dengan Dia telah dibaharui oleh darah Kristus di kayu salib. Dia tidak membawa kita ke masa lalu yang penuh kegetiran dosa, tapi Dia menuntun dan membawa kita ke depan… ke dunia yang penuh harapan dan damai.
P u j i T u h a n !

Oleh sebab itu mari kita juga berseru seperti apa kata rasul Petrus, ”Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan.”

Selamat Hari Minggu.
Selamat beribadah.

Tuhan Yesus yang penuh rahmat menyertai dan memberkati kita senantiasa. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Photo by Andrea Piacquadio

Comments

comments