2 Korintus 1:3
Terpujilah Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, Bapa yang penuh belas kasihan dan Allah sumber segala penghiburan.
Oleh karena kita tidak dapat melihat secara fisik dan tidak dapat secara verbal berbicara dengan Tuhan, maka sulit bagi kita membayangkan Dia seperti apa.
Keterbatasan kita membayangkan Tuhan seperti apa, dapat membuat hubungan kita dengan Tuhan terasa hambar. Tidak bisa dinikmati kehadiran-Nya dengan maksimum. Tidak terasa bahwa Dia dekat. Dia sangat jauh… jauh sekali rasanya.
Sesungguhnya Allah itu dekat… dekat sekali. Bagi kita yang percaya dan telah menerima-Nya, Dia ada di dalam hati kita. Dia menempatkan diri dan Roh-Nya dalam diri kita. Luar biasa !
Cobalah lihat bapa / ayah kita yang baik….
• bagaimana perhatiannya kepada kita?,
• bagaimana dia melakukan tanggung jawabnya kepada kita?,
• ketika bertemu dengan dia, bagaimana tegur sapa kita?,
• ketika bepergian bersamanya, seperti apa perasaan kita?,
• ketika kita meminta sesuatu kepada dia, bagaimana cara kita meminta?,
• ketika bapa kita mengabulkan atau menolak permintaan kita, seperti apa sikap kita kepadanya?,
• ketika kita rasakan tubuh kita sakit, apa yang dia lakukan?,
• ketika pikiran kita susah dan mumet dan dia tahu itu, apa kata-katanya?,
• ketika kita senang, bagaimana ungkapan perasaannya kepada kita?,
• ketika kita diganggu dan diperlakukan orang kurang baik, apa yang dilakukannya?,
• ketika kita merasa gagal atau sukses, bagaimana raut wajahnya?,
• ketika kita merasa jauh, apa yang ada dalam pikiran kita tentang dia?,
• dan sebagainya.
Begitulah secara sederhana bagaimana gambaran tentang Allah sebagai Bapa kita yang amat sempurna kebaikan-Nya.
Allah sebagai Bapa kita melebihi bapa kita secara fisik di dunia ini. Berbahagilah kita yang memiliki keyakinan seperti ini.
Oleh sebab itu marilah kita senantiasa menjadi anak yang taat terhadap “ALLAH BAPA YANG BAIK PENUH RAKHMAT”
Tuhan Yesus memberkati. Amin.
Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung
![]() |
Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya |




