Pengkhotbah 5:11
Enak tidurnya orang yang bekerja, bahkan ia makan sedikit maupun banyak, tetapi kekenyangan orang kaya sekali-kali tidak membiarkan dia tidur.
Ketika berdiskusi dengan anak-anak yang masih remaja tentang masa depan, hampir semua memiliki cita-cita tinggi. Salah satu dari sekian banyak harapan mereka adalah bahwa dengan tercapainya cita-citanya, ujung-ujungnya mereka ingin memiliki uang banyak.
Dalam mencari pekerjaanpun, sebagian besar orang mendasarkan pilihan dengan pertimbangan yang mana gajinya lebih besar. Dari begitu banyak orang yang giat bekerja dan berusaha, hanya sebagian kecil saja yang memang karena hobby bekerja, tetapi masih saja lebih banyak karena ingin mendapatkan uang lebih banyak.
Dari kenyataan seperti itu, dapat disimpulkan bahwa orang-orang ingin kaya.
Apakah ini salah?
Apakah pengertian kita tentang orang kaya?
Apakah kaya dinilai sebatas benda yang dimiliki?
Secara prinsip orang kaya adalah orang yang bila memberi, dia TIDAK MERASA KEHILANGAN. Jadi berapapun harta yang kita miliki, jika kita berikan sebagian ke orang lain dan hal itu terus menerus menjadi beban pikiran bahkan merasa susah karena merasa ada yang terhilang, itu artinya bahwa kita belum kaya.
Walau kita hanya memiliki sedikit tetapi ketika memberi kita merasa TIDAK KEHILANGAN, bahkan ada rasa damai dan sukacita, itu menunjukkan bahwa kita orang kaya… sudah bebas dari garis kemiskinan karena tidak ada perasaan kurang.
Bukankah kaya artinya melimpah dan miskin artinya kekurangan? Jadi berapapun harta milik kita, tidaklah hal itu menunjukkan apakah kita kaya atau misikin, karena kaya itu relatif pengertiannya.
Dengan jumlah harta kita saat ini, kita dapat digolongkan kaya dan kita dapat digolongkan miskin. Jawabannya terpulang kepada Allah dan hati kita yang menilainya. Yang penting sikap hati dan bagaimana kita mampu mengelola harta titipan Tuhan yang ada pada kita. Marilah kita kelola harta kita dan kaitkanlah dengan kehidupan kekal.
Biarlah hati kita kaya dengan kebajikan.
Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kita. Amin.
Salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung
![]() |
Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya |
Photo by Robert Lens




