Hidup Jangan Bergantung Kepada Hal-hal yang Sementara

Viewed : 533 views

Yohanes 14:27
Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.

Seorang Ibu baru saja membuka warung nasi dan dagangannya sangat laku. Banyak pengunjung yang datang makan. Tetapi tak lama kemudian tetangga Ibu itu membuka warung yang sama di sebelah rumahnya. Hati bu itu was-was. Takut kalau-kalau pelanggannya pergi dan warungnya tidak laris lagi.

Seorang Bapak baru saja pensiun. Dia sebelumnya memiliki posisi yang sangat baik. Sekarang dia sering gelisah dan merasa tak berarti. Dalam pikirannya dia merasa seolah tak dihormati lagi seperti dulu. Dia merasa terasing, sensitif, dan mudah tersinggung.

Dari dua contoh di atas, kita pun dapat saja mengalami hal yang sama, atau bahkan mungkin ada yang sedang mengalaminya saat ini.

Sumber kegelisahan dalam diri seseorang banyak disebabkan masih memegang tata nilai berdasarkan apa yang nampak secara fisik. Bergantung kepada hal-hal yang nilainya sementara.

Kita diingatkan agar hidup jangan bergantung kepada hal-hal yang sementara di dunia ini yang akan berubah terus-menerus. Kita diajak agar jangan takut! Teruslah bersandar kepada Tuhan.

Kalau mau hidup tenang dan merasa damai meskipun di tengah hempasan gelombang dunia menakutkan, pereratlah hubungan kita dengan Tuhan Yesus.

Dia tidak pernah berubah dan kasih-Nya kekal untuk kita. Kasih Yesus abadi. Janji-Nya akan digenapiNya sepenuhnya. Damai sejahtera-Nya Dia berikan kepada kita. Apa yang Dia berikan tidak seperti apa yang diberikan dunia iniu kepada kita. Janganlah gelisah dan gentar hatimu!, Itu kata Yesus yang menjadi pegangan kita. Mari memegang dan imani hal ini.

Selamat beraktifitas.

Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kita senantiasa. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahĂșn 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Image by allPhoto Bangkok from Pixabay

Comments

comments