Ketaatan Bergantung Kepada Sikap dan Kedewasaan

Viewed : 845 views

RENUNGAN
Yohanes 14:15
“Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.

Ada berbagai alasan orang dalam ketaatan.

Dalam status terhukum, orang taat agar hukumannya diperingan, atau paling tidak agar tidak diperberat.

Di sekolah orang taat agar dapat nilai yang baik.

Di dunia kerja, orang taat agar kondite baik dan itulah salah satu alasan atau cara untuk kenaikan pangkat agar lebih lancar dan mulus. Ujung-ujungnya dapat bonus kerja dan/atau gaji bulanan naik.

Kalau di rumah tangga, ketaatan anak-anak berdasarkan kedewasaannya. Anak yang telah dewasa sikapnya, ketaatannya disebabkan hubungan yang akrab dengan orang tuanya… kasih berperan.

Anak yang tidak dewasa, taat karena mungkin berharap dapat hadiah, atau agar tidak direweli orang tuanya.

Bagaimana dengan ketaatan kita ?

Kita adalah anak-anak Allah. Apa dasarnya kita taat kepada Allah?
Semua itu bergantung kepada sikap dan kedewasaan kita.

Tuhan Yesus mengatakan agar kita mengasihi Dia… Kasih kepada Yesus sebagai dasar ketaatan. Inilah ketaatan yang murni dan Tuhan harapkan kita begitu.

Kasih kita terbatas. Oleh karena itu kita butuh kekuatan dari Tuhan sendiri untuk kita dapat sungguh-sungguh mengasihi-Nya.

Tuhan beri aku kekuatan untuk hidup senantiasa mengasihi Engkau.

Selamat Hari Minggu.
Selamat beribadah.
Selamat melayani.

Tuhan memberkati kita dengan kasih-Nya.
Amin…

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahĂșn 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Comments

comments