Titik Penting Bertemu Dengan Kristus

Viewed : 678 views

Yohanes 4:25-26
Jawab perempuan itu kepada-Nya: “Aku tahu, bahwa Mesias akan datang, yang disebut juga Kristus; apabila Ia datang, Ia akan memberitakan segala sesuatu kepada kami.”
Kata Yesus kepadanya: “Akulah Dia, yang sedang berkata-kata dengan engkau.”

Dalam perjumpaan dengan Kristus, perempuan Samaria mengutarakan apa yang dia ketahui tentang Mesias yang akan datang. Dia tidak tahu dan tidak menyadari bahwa dia sedang berbicara dengan Mesias yang dia maksudkan.

Pertemuan ini merupakan titik penting dalam hidup perempuan Samaria ini. Kita melihat bagaimana dia pergi ke kota menceritakan pertemuannya dengan Mesias. Lihatlah apa yang terjadi dengan orang Samaria lain dalam ayat di bawah ini…

Yohanes 4:39-42
Dan banyak orang Samaria dari kota itu telah menjadi percaya kepada-Nya karena perkataan perempuan itu, yang bersaksi: “Ia mengatakan kepadaku segala sesuatu yang telah kuperbuat.”
Ketika orang-orang Samaria itu sampai kepada Yesus, mereka meminta kepada-Nya, supaya Ia tinggal pada mereka; dan Ia pun tinggal di situ dua hari lamanya.
Dan lebih banyak lagi orang yang menjadi percaya karena perkataan-Nya, dan mereka berkata kepada perempuan itu: “Kami percaya, tetapi bukan lagi karena apa yang kaukatakan, sebab kami sendiri telah mendengar Dia dan kami tahu, bahwa Dialah benar-benar Juruselamat dunia.”

Apakah kita sudah mengalami titik penting bertemu dengan Kristus dalam hidup ini?

Bila belum, bertemulah dengan Dia. Percaya dan terimalah Yesus.

Bila sudah, biarlah kita terbeban berbuat sesuatu seperti perempuan Samaria itu, agar banyak orang mengalami titik penting dalam hidupnya: bertemu Kristus.

Tuhan Yesus, buatlah hatiku terbeban untuk berkata menceritakan titik pentingku kepada orang lain agar mereka juga mengalami titik penting dalam hidupnya untuk bertemu Engkau. Amin.

Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kita senantiasa. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Photo by Dyu – Ha on Unsplash

Comments

comments