Debu

Viewed : 1,420 views

Mazmur 113:5-7
Siapakah seperti TUHAN, Allah kita, yang diam di tempat yang tinggi, yang merendahkan diri untuk melihat ke langit dan ke bumi?
Ia menegakkan orang yang hina dari dalam debu dan mengangkat orang yang miskin dari lumpur.

Siapakah seperti Tuhan, Allah kita?

Itulah ungkapan kebesaran Tuhan yang ditulis pemazmur dalam bentuk pertanyaan. Tentu jawabannya: Tidak ada!

Tuhan tidak bisa dibandingkan dengan siapapun dan dengan apapun. Dia Pencipta, Dia kekal. Selain Dia, semua diciptakan dan Dia yang menciptakannya.
Luar biasa!

Allah Yang Maha Luar Biasa yang kita kenal di dalam Tuhan Yesus Kristus, Dia yang menegakkan dan mengangkat kita dari kehinaan, dari kemiskinan, dan dari lumpur kotor.

Kita yang hina ini digambarkan bagaikan debu. Debu ringan, massanya kecil. Debu tak berguna. Kita sering mengebaskan baju untuk menghilangkan debu.

Bila kita memungut barang yang jatuh, sering kita menghembus atau meniupnya agar debunya hilang.

Bila kita berjalan di tempat berdebu, paling tidak kita akan menutup mulut dan hidung… pakai masker… untuk menghindari debu.
Itulah nilai debu.
Begitulah kita digambarkan.

Tetapi bersyukurlah. Kita yang adalah debu telah diangkat dan diberi nilai baru yang tinggi… tinggi karena Tuhan yang beri.

Karena itu, mari kita melakukan hal-hal yang bernilai dan berkualitas sebisa mungkin sesuai dengan nilai diri kita yang telah diangkat Tuhan dari debu. Mari melakukan hal-hal yang bermanfaat, mulia dan benilai kekal.

Selamat beraktivitas.

Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kita senantiasa. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Photo by Austin Ban on Unsplash

Comments

comments