Mengawasi Diri dan Mengawasi Ajaran

Viewed : 1,344 views

1 Timotius 4:16
Awasilah dirimu sendiri dan awasilah ajaranmu. Bertekunlah dalam semuanya itu, karena dengan berbuat demikian engkau akan menyelamatkan dirimu dan semua orang yang mendengar engkau.

Mengawasi diri dan mengawasi apa yang diajarkan sungguh sangat penting dan harus. Itu wajib!

Ada seorang terkenal mengajarkan dan melakukan sesuatu yang salah. Oleh karena dia terkenal dan punya karisma, banyak orang terpengaruh dan melakukan apa yang salah tersebut. Apa yang diajarkannya menjadi prinsip dan doktrin. Dilakukan oleh pengikutnya.

Lantas pada suatu waktu, orang tersebut sadar bahwa apa yang diajarkannya salah dan meyimpang. Dia ingatkan pengikutnya tentang kesalahan tersebut. Dia ralat.

Ada yang ikut berubah dan langsung kembali kepada apa yang benar. Tetapi lebih banyak yang tetap menjalankan apa yang salah. Bahkan ada yang semakin ekstrim dan parah.

Begitulah kalau tidak hati-hati dan tidak waspada. Tidak hanya dirinya, tetapi banyak orang jadi menyimpang dan tersesat. Meskipun dia telah sadari, tetapi bagaimana dengan orang yang telah kental terpengaruh? Mereka terus menyimpang dan bahkan terus saja mengajarkan apa yang salah. Malah menambah-nambah dengan sesuatu yang tak jelas dan kabur-kabur.

Oleh karena itu pesan rasul Paulus kepada Timotius harus kita perhatikan yaitu mengawasi diri dan mengawasi ajaran. Hidup dan ajaran kita harus ditera dan mengacu kepada firman Tuhan dengan utuh. Yang penting juga adalah kerendahan hati untuk terbuka kepada nasihat.

Jangan menganggap diri lebih baik dan lebih pintar. Jangan menganggap diri lebih berpengalaman dari orang lain sehingga tertutup terhadap teguran dan nasihat.

Memang ada pepatah mengatakan bahwa pengalaman adalah guru terbaik. Namun ingatlah bahwa pengalaman sering unik sifatnya dan terkadang berlaku pada seseorang secara khusus dan belum tentu harus dialami orang lain persis sama. Jadi jangan dibangun narasi dan doktrin berdasarkan pengalaman saja, tapi berakar dan berdasarkan firman Tuhan yang tertulis, dan jangan ambil sepotong-sepotong saja dari firman Tuhan tersebut. Harus utuh!

Mari kita terus memeriksa diri dan ajaran kita. Tetap bertekun dalam firman Tuhan dan hidup kita dituntun Roh Kudus.

Hiduplah dalam pengajaran yang sehat. Berdoalah senantiasa minta hikmat dari Tuhan. Dengan demikian kita akan terus berada dalam rel yang benar. Kita terus dibentuk dan dibangun oleh firman Tuhan dan orang lain juga dapat dibangun melalui hidup kita.
Puji Tuhan!

Selamat beraktifitas.

Tuhan menyertai dan memberkati kita senantiasa. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahĂșn 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Photo by Adam Winger on Unsplash

Comments

comments