Lanjut Usia

Viewed : 21,679 views

Mazmur 71:9
Janganlah membuang aku pada masa tuaku, janganlah meninggalkan aku apabila kekuatanku habis.

Merasa sendiri dan tidak ada orang peduli merupakan pergumulan berat bagi banyak orang. Perasaan ditolak sangat menyakitkan. Itulah yang diungkapkan pemazmur.

Hal tersebut dikaitkannya dengan usia yang sudah lanjut. Dalam umur yang sudah banyak, orang tidak produktif lagi seperti waktu dia muda. Tenaga fisik menurun. Pelupa. Banyak pantangan makanan. Rentan penyakit. Begitulah sifat alami manusia. Perasaan ditinggalkan dan perasaan terabaikan begitu mudah muncul dalam dirinya.

Tetapi Tuhan tetap sayang dan selalu ingat serta peduli kepada setiap anak-anak-Nya, baik yang masih muda belia, maupun yang sudah lanjut usia.

Yesaya 46:4
Sampai masa tuamu Aku tetap Dia dan sampai masa putih rambutmu Aku menggendong kamu. Aku telah melakukannya dan mau menanggung kamu terus; Aku mau memikul kamu dan menyelamatkan kamu.

Fisik kita boleh merosot oleh faktor usia, sebab begitulah sifatnya. Tidak bisa dihindari. Akan dialami oleh semua orang tanpa kecuali. Semua orang harus siap dan menerima fakta ini. Namun betapa bersyukurnya karena Allah setia.

Setiap orang muda memiliki kesempatan untuk berkarya dan produktif dengan apa yang baik dan benar. Sejalan dengan itu, setiap orang yang sudah berusia lanjut tetap dapat menjadi sumber inspirasi dan memberi pengaruh baik bagi kaum muda… mewariskan nilai-nilai kebenaran dan takut serta hormat akan Tuhan.

Yang perlu dilakukan bagi setiap orang dalam setiap level dan dalam setiap jenjang umur adalah tetap setia dan tetap bersyukur kepada Tuhan.

Mazmur 71:17-18
Ya Allah, Engkau telah mengajar aku sejak kecilku, dan sampai sekarang aku memberitakan perbuatan-Mu yang ajaib; juga sampai masa tuaku dan putih rambutku, ya Allah, janganlah meninggalkan aku, supaya aku memberitakan kuasa-Mu kepada angkatan ini, keperkasaan-Mu kepada semua orang yang akan datang.

Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kita senantiasa. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Photo by Clément Falize on Unsplash

Comments

comments