Karunia dan Talenta

Viewed : 823 views

Lukas 19:21
Sebab aku takut akan tuan, karena tuan adalah manusia yang keras; tuan mengambil apa yang tidak pernah tuan taruh dan tuan menuai apa yang tidak tuan tabur.

Kutipan dari ayat di atas adalah bagian dari perumpamaan Tuhan Yesus tentang seorang bangsawan yang memberikan uang kepada para hambanya. Diberikan berbeda-beda. Tuan itu berharap agar uang tersebut diusahakan sehingga bertambah.

Di antara orang yang diberikan, ada seorang yang tidak berbuat apa-apa. Dia tidak melakukan apa yang disuruh tuannya. Orang tersebut malah menuduh tuannya keras yang maunya hanyalah menuai saja. Tuannya kecewa dan marah kepada orang ini.

Kita juga adalah bagaikan kisah di atas. Kita diberikan Tuhan berbagai karunia dan talenta. Kita diberikan waktu untuk melakukan sesuatu dengan apa yang telah Dia berikan.

Namun berbeda-beda sikap orang dalam mengelola apa yang Tuhan berikan. Berbeda apa yang dilakukan orang dalam kesempatan yang Tuhan berikan. Ada yang melakukan sesuatu dalam hidupnya dengan serius. Ada yang setengah hati, bahkan ada yang tidak sama sekali.

Tentulah kita bebas melakukan apa saja dalam hidup ini berkaitan dengan karunia dan talenta yang Tuhan beri, sebab itu adalah pilihan hidup. Tapi berdasarkan konteks dimana ayat tersebut ditulis, kita diingatkan bahwa nanti ada saat kita harus mempertanggungjawabkan atas apa yang telah menjadi pilihan hidup kita. Hitungan dan kalkulasi detailnya nanti. Bukan sekarang, meskipun ada kalanya kita dapat merasa-rasakan langsung konsekuensi dari apa yang telah kita pilih. Di sini sering kepekaan dan intuisi kita berperan. Tapi nanti ketika Yesus datang, bukan lagi soal kepekaan, tapi suatu janji yang tertulis bahwa semua akan jelas dan terang-benderang dibukakan seluruh pilihan yang telah kita lakukan.

Oleh sebab itu, selagi masih ada waktu dan kesempatan, mari kita berbuat apa yang baik dan benar di hadapan Tuhan.

Kita tidak tahu apakah waktu kita masih banyak atau tinggal sedikit lagi di dunia ini. Sebagian besar kita berkeinginan kalau boleh masih banyaklah maunya sisa hidup kita, tapi kalau Tuhan bilang hanya tinggal sedikit lagi, kita mau apa? Otoritas hidup kita di tangan-Nya. Ingatlah bahwa kita tidak berkuasa sedikitpun menentukan jangka waktu lamanya kita hidup.

Biarlah kita semua hidup sehat dan tetap kuat serta semangat menjalani hidup ini, dan terpenting adalah agar hidup kita bermakna dalam kekekalan.

2 Korintus 5:15
Dan Kristus telah mati untuk semua orang, supaya mereka yang hidup, tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Dia, yang telah mati dan telah dibangkitkan untuk mereka.

Selamat beraktifitas.

Tuhan menyertai dan memberkati kita senantiasa. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Photo by Jackson David on Unsplash

Comments

comments