Ayub 1:20-21
Maka berdirilah Ayub, lalu mengoyak jubahnya, dan mencukur kepalanya, kemudian sujudlah ia dan menyembah, katanya: “Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!”
Dalam ujian berat yang dialami Ayub, dia menyatakan hakekat manusia di dunia ini; dengan telanjang datang ke dunia, dan dengan telanjang pula pergi meninggalkan dunia ini.
Tidak ada yang dibawa ke dunia ini, selain tangisan sebagai seorang bayi yang lahir, dan pergi tanpa membawa apa-apa dihantar tangisan keluarga dan para sahabat.
Terlepas dari segala predikat kita di dunia ini, karena predikat itu perlu mungkin bagi kita, maka sebenarnya ada satu hal penting yang kita perlu renungkan yaitu: apa yang telah Allah lakukan bagi kita, dan apa yang telah kita lakukan bagi orang lain dalam setiap kesempatan yang Allah beri. Apakah ada maknanya kita hidup bagi sesama?, walau mungkin dalam skala kecil.
Di dalam hubungan kita dengan Tuhan, maka apa yang diungkapkan Ayub, dapatlah kita sedikit merasa lega bahwa sesungguhnya ada yang kita bawa, atau ada yang akan kita peroleh yaitu bahwa nama kita sudah ada tercatat di dalam KITAB KEHIDUPAN. Ibarat kita diundang ke sebuah pertemuan penting dan yang datang adalah orang-orang khusus yang telah diundang datang, maka nama kita sudah dicatat di dalam buku khusus itu….👍👍👍
Selanjutnya, apa yang kita lakukan di dalam kasih Tuhan, semua tercatat dan akan dibuka di SANA. Berkasnya sudah ada dan itulah sukacita kita nanti.
Mazmur 126:5-6
Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai.
Orang yang berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih, pasti pulang dengan sorak-sorai sambil membawa berkas-berkasnya.
Sahabat…
Mari kita tetap semangat bekerja, berkarya dan mengabdi dalam profesi kita masing-masing. Dalam setiap situasi apapun yang sedang kita alami, senang atau susah, tetaplah hidup kita fokus kepada Allah Bapa yang penuh kasih.
Sesuai dengan karunia dan talenta yang Allah beri, biarlah kita ikut dan masuk di dalam rencana Allah atas dunia ini. Kita menjadi terang dan saksi Kristus di dunia kerja masing-masing, dan juga di dalam keluarga.
Jadi kita sekarang dapat mengatakan, “Dengan rencana Allah aku datang ke dunia ini, dan suatu saat dengan kasih karunia Allah aku pulang bertemu Yesus dan aku hidup bersama Dia selama-lamanya, Amin”
Selamat beraktifitas.
Tuhan Yesus memberkati.
Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung
![]() |
Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya |
Photo by Daniel Gregoire on Unsplash




