Ucaplah Syukur Senantiasa

Viewed : 1,631 views

Efesus 5:20-21
Ucaplah syukur senantiasa atas segala sesuatu dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus kepada Allah dan Bapa kita dan rendahkanlah dirimu seorang kepada yang lain di dalam takut akan Kristus.

Manjadi terbesar dalam segala sesuatu adalah dambaan setiap orang. Tentu saja hal ini tidak salah, bahkan harus.

Keinginan menjadi terbesar mendorong orang untuk berupaya dan berprestasi.

Keinginan menjadi terbesar mendorong orang bekerja keras dan tidak gampang menyerah.

Keinginan menjadi terbesar mendorong orang untuk kreatif dan berusaha menemukan hal-hal baru.

Keinginan menjadi terbesar mendorong orang untuk terus belajar dan inilah rahasia hidup dari orang-orang sukses.

Tidak ada masalah dan tidaklah salah ketika ada keinginan untuk menjadi terbesar, terutama bagi kaum muda.

Hanya saja… kita perlu dan harus waspada agar ketika kita mencapai apa yang besar, atau menjadi terbesar, hati kita tetaplah dalam posisi di bawah. Kita merendahkan hati. Kita meyakini bahwa semua anugerah dan kasih karunia dalam hidup ini.

Bahwa kita dapat bekerja keras, dapat berupaya, dapat bersemangat, ada peluang… semua itu karena ada yang memberi. Tuhan yang beri!

Suksesi kita dalam berbagai hal akan menjadi semakin sempurna jika diikuti dengan kerendahan hati. Dengan demikian, keberhasilan yang kita peroleh bukan hanya untuk kita, tetapi orang lain juga dapat rasakan dan nikmati. Alangkah indahnya bila hal ini terjadi.

Oleh sebab itu mari kita melakukan dan menggenapi apa yang dikatakan rasul Paulus, ”Ucaplah syukur senantiasa atas segala sesuatu dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus kepada Allah dan Bapa kita dan rendahkanlah dirimu seorang kepada yang lain di dalam takut akan Kristus.”

Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kita. Amin.

Teriring salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Photo by Madeleine Kohler on Unsplash

Comments

comments