Menaruh Harapannya Pada TUHAN

Viewed : 636 views

Yeremia 17:7
Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!

Henry merasa terbeban dengan pamannya yang belum percaya kepada Kristus. Pamannya itu tidak berminat sama sekali dengan hal-hal rohani. Dia selalu menolak dan menghindar kalau sudah berbicara soal iman. Namun demikian Henry tetap setia berdoa agar suatu saat nanti pamannya itu mau diajak ke gereja dan lebih jauh lagi supaya pamannya percaya serta menerima Kristus.

Suatu hari Henry untuk ke-sekian kalinya mengajak pamannya ke gereja. Heran sekali, karena kali ini pamannya bersedia pergi bersama-sama ke gereja. Sebelumnya pamannya selalu menolak.

Henry berharap besar agar kali ini yang berkhotbah di gereja adalah pendeta yang luar biasa dan melalui khotbah yang semangat dan berapi-api, pamannya itu akan terkesan dan segera ”percaya” kepada Kristus. Namun dugaan Henry meleset karena yang berkhotbah adalah pendeta pensiunan yang sudah lanjut usia.

Khotbah yang disampaikan menurut Henry kurang menarik. ”Bagi saya saja tidak menarik, apalagi bagi pamanku yang nota bene tidak suka hal-hal rohani, tentu akan sangat membosankan !” Begitulah pikiran yang muncul dalam benak Henry.

Henry kecewa dan tidak semangat mengajak pamannya ke gereja lagi. Akan tetapi pada minggu depannya pamannya justru ingin ke gereja lagi bersama Henry dan dia mau duduk di kursi paling depan. Bahkan ajaibnya lagi, pulang dari gereja pamannya minta diajari firman Tuhan dan didoakan.

Tak lama kemudian paman Henry minta untuk dibabtis. Ini perkara luar biasa tentunya. Henry bertanya mengapa pamannya jadi percaya dan mau menerima Yesus?

Pamannya menjawab bahwa hal pertama yang menarik dan menggugah perasaannya justru pendeta yang sudah lanjut usia itu, ”Kok masih saja mau dan bersedia menyampaikan firman Tuhan meskipun sudah tua?” Begitulah kata sang paman.

Paman Henry melihat dirinya sendiri yang sudah mulai berusia lanjut kok malas dan tidak peduli dengan firman Tuhan. Dia mendengarkan dan mencermati khotbah pendeta itu dengan tekun. Pamannya merasa ada suara dalam hatinya untuk mengajak agar segera berbalik dari hidupnya yang lama dan harus segera menerima Yesus.

Kita sering mengandalkan apa yang dapat kita lihat dan apa yang mampu kita pikirkan seperti Henry berpikir tentang pertobatan pamannya. Namun banyak perkara luar biasa dan tak terduga dapat terjadi bila kita mengandalkan Tuhan.

Tuhan memiliki otoritas sehingga Dia berkuasa mewujudkan kehendak-Nya atas apapun termasuk atas kehidupan kita masing-masing. Karena itu marilah kita tunduk kepada Tuhan serta andalkanlah Dia dalam setiap situasi dan keadaan dalam hidup kita. Terlebih ingatlah pesan Kristus…
Markus 16:15-16
Lalu Ia berkata kepada mereka: “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.”

Selamat Hari Minggu.
Selamat beribadah.

Tuhan beserta kita. Amin.

Teriring salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Photo by Corey Young on Unsplash

Comments

comments