Perkara yang di Atas

Viewed : 853 views

Kolose 3:2
Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi.

Pelukis berbakat banyak menghabiskan waktunya untuk melukis. Setiap ada waktu luang, bahkan dia selalu mencari dan mengadakan waktu untuk dapat menyalurkan minatnya melukis.

Seorang yang gemar main catur akan selalu berusaha mencari teman untuk dapat bermain catur. Tanpa terasa dia menghabiskan banyak waktu untuk bemain catur. Dia cenderung lupa mengerjakan sesuatu yang lebih penting karena kalau sudah memegang buah catur, dia lupa segala-galanya.

Sorang yang candu main game, akan selalu bermain game. Bahkan ketika makanpun, tak lupa tangannya memainkan game. Sepertinya dia tidak menikmati makanan di piringnya, karena perhatiannya penuh ke game. Waktu tidurpun berkurang karena game.

Apa yang ada dalam hati dan pikiran kita, itulah yang akan selalu cenderung kita lakukan. Kita akan banyak menghabiskan waktu untuk sesuatu yang ada dalam pikiran kita. Kitapun mungkin banyak curi-curi waktu untuk melakukan apa yang ada dalam pikiran kita. Begitulah hebatnya pikiran kita diciptakan Allah.

Berdasarkan pesan rasul Paulus yang mengatakan, ”Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi”, apakah ada tertaruh dalam hati dan pikiran kita perkara-perkara di atas yang kekal sifatnya?

Ataukah dalam pikiran kita yang ada hanyalah sebatas dunia yang sementara ini saja?

Dalam Markus 8:36, Tuhan Yesus berkata, “Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia kehilangan nyawanya”.

Perkataan Tuhan Yesus tersebut mengingatkan kita agar di antara semua apa yang ada dalam pikiran kita menyangkut keinginan dan cita-cita kita, janganlah sampai kita kehilangan apa yang paling berharga.

Yang paling berharga adalah keselamatan jiwa dalam kekekalan nanti. Harga nyawa / jiwa kita lebih mahal dibanding dunia ini.

Syukurlah bahwa keselamatan jiwa sudah Allah anugerahkan kepada kita di dalam Yesus Kristus. Karena itu terimalah dan sambutlah!

Hargailah keselamatan kita. Taruhlah hal itu dalam hati dan pikiran kita dan beritakanlah. Kabarkan hal itu ke orang lain. Inilah salah satu penerapan kita akan apa yang dikatakan Paulus, “Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi.“

Tuhan Yesus memberkati. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Photo by Paul Csogi on Unsplash

Comments

comments