Engkau ini Kepunyaan-Ku

Viewed : 786 views

Yesaya 43:1
Tetapi sekarang, beginilah firman TUHAN yang menciptakan engkau, hai Yakub, yang membentuk engkau, hai Israel: “Janganlah takut, sebab Aku telah menebus engkau, Aku telah memanggil engkau dengan namamu, engkau ini kepunyaan-Ku.”

Cacing sering dijuluki sebagai salah satu binatang yang lemah dan tak bernilai. Dalam penggolongannya, cacing dimasukkan ke dalam katagori hewan tingkat rendah karena tidak bertulang belakang.

Ada berbagai jenis cacing, misalnya cacing tanah, cacing pita, cacing gelang, cacing kremi, dan lain-lain. Jenis cacing tanah diperkirakan ada sebanyak ribuan spesies.

Ada jenis cacing tertentu yang dipelihara karena diyakini dapat menyembuhkan berbagai jenis penyakit dan juga sebetulnya beberapa jenis cacing tanah merupakan sahabat petani karena sangat menolong dalam faktor kesuburan tanah.

Namun demikian, kalau orang menemukan cacing biasanya segera dijauhkan, kalau ada cacing di dalam ruangan atau di kamar mandi, cacing tersebut akan dibuang bahkan ada yang langsung dibunuh. Ini menunjukkan betapa tak berharganya seekor cacing… cacing sungguh tak berdaya.

Sekalipun ada manusia tertentu yang menilai dirinya berkuasa dan memegahkan diri, tapi dibandingkan dengan kuasa dan kemuliaan Allah, manusia sangat lemah dan tak berdaya… seumpama seekor cacing bahkan lebih rendah.

Manusia dalam segala keterbatasan dan kelemahannya tidak dapat menolak apa yang Allah akan lakukan dan juga manusia tidak akan mampu melakukan kalau Tuhan tidak mengijinkan.

Dalam Yesaya 41:14, Yakub dijuluki sebagai cacing dan Israel sebagai ulat. Hal ini mengingatkan bahwa sebetulnya manusia di hadapan Tuhan tak mampu berbuat apa-apa. Namun sebaliknya, Tuhan mampu melakukan apa saja yang Dia mau untuk manusia.

Kabar sukacita adalah bahwa Allah kita adalah Allah yang penuh kasih sehingga manusia seumpama cacing tersebut telah diangkat dan dimuliakan oleh Tuhan. Allah menolong dan menyelamatkan manusia.

Allah memberikan hak istimewa kepada manusia untuk dapat berhubungan dan berkomunikasi dengan Dia.

Allah di dalam Yesus Kristus menebus manusia. Tuhan mengangkat manusia menjadi anak-anak-Nya. Inilah bentuk kemulaaan dan kehormatan yang Allah anugerahkan kepada kita.

Allah menjaga dan memelihara umat-Nya. Karena itu jangan takut karena Tuhan akan menguatkan kita yang telah percaya kepada-Nya. Hal yang perlu terus menerus kita lakukan adalah tetap melakukan pekerjaan dan tanggung jawab dalam panggilan hidup kita dengan sebaik-baiknya, dan di atas itu semua kuatkan hati dan yakinlah akan pemeliharaan-Nya.

Tuhan meneyertai dan memberkati kita. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Image by Eukalyptus from Pixabay

Comments

comments