Engkau Ini KepunyaanKu

Viewed : 733 views

Yesaya 43:1
Tetapi sekarang, beginilah firman TUHAN yang menciptakan engkau, hai Yakub, yang membentuk engkau, hai Israel: “Janganlah takut, sebab Aku telah menebus engkau, Aku telah memanggil engkau dengan namamu, engkau ini kepunyaan-Ku.

Manusia dalam segala keterbatasan dan kelemahannya tidak dapat menolak apa yang Allah akan lakukan. Manusia tidak mampu melakukan kalau Tuhan tidak mengijinkan.

Dalam Yesaya 41: 14, Yakub dijuluki sebagai cacing dan Israel sebagai ulat.
Yesaya 41:14
Janganlah takut, hai si cacing Yakub, hai si ulat Israel! Akulah yang menolong engkau, demikianlah firman TUHAN, dan yang menebus engkau ialah Yang Mahakudus, Allah Israel.

Hal ini mengingatkan bahwa sebetulnya manusia di hadapan Tuhan tak mampu berbuat apa-apa, justru sebaliknya Tuhan mampu melakukan apa saja yang Dia mau untuk manusia.

Kabar sukacita adalah bahwa Allah kita adalah Allah yang penuh kasih sehingga manusia yang bagaikan cacing tersebut telah diangkat dan dimuliakan oleh Tuhan.

Allah menolong dan menyelamatkan manusia. Allah memberikan hak istimewa kepada manusia untuk dapat berhubungan dan berkomunikasi dengan Dia.

Allah di dalam Yesus Kristus menebus manusia. Tuhan mengangkat manusia menjadi anak-anak-Nya. Inilah bentuk kemuliaan dan kehormatan yang Allah anugerahkan kepada kita.

Allah menjaga dan memelihara umat-Nya. Karena itu jangan takut sebab Tuhan menguatkan kita yang telah percaya kepada-Nya.

Hal yang perlu terus menerus kita lakukan adalah tetap semangat melakukan pekerjaan kita dengan sebaik-baiknya, dan di atas itu semua kuatkan hati dan yakinlah akan pemeliharaan-Nya.

Selamat beraktifitas.

Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kita senantiasa, Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Photo by Jackson David on Unsplash

Comments

comments