Memaafkan dan Melepaskan Pengampunan

Viewed : 1,598 views

Matius 5:38-39
Kamu telah mendengar firman: Mata ganti mata dan gigi ganti gigi.
Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapa pun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu.

Sering kecenderungan kita adalah membalas dengan negatif perbuatan negatif orang lain terhadap kita.

Kita sering berpikir untuk dapat memiliki waktu yang tepat membalas perbuatan kurang menyenangkan orang lain kepada kita.

Kita memiliki dendam kepada orang tertentu dimana kita merasa mereka keterlalun. Kita merasa sakit hati dan menimbulkan kepahitan.

Tentu tidak enak memiliki rasa dendam. Ini sebetulnya penyakit dan dapat menimbulkan penyakit fisik juga. Kita harus waspadai ini.

Bahayanya juga adalah kalau ada orang-orang yang justru menikmati perasaan dendamnya. Ada orang seperti itu.

Ada juga yang mengatakan bahwa rasa dendam dapat menimbulkan penyakit tertentu yang sangat berbahaya. Hati-hati !

Sebetulnya yang penting juga adalah bahwa ketika kita menyimpan kesalahan orang lain, hubungan kitapun dengan Tuhan serasa terganggu juga, sebab kita berada dalam posisi apa yang Allah tidak suka. Hal ini tentunya kalau kita memiliki kepekaan. Kalau tidak, apalagi kalau kita sudah mati rasa, ya… maka kita bisa jadi tak merasakan ada gangguan. Sebetulnya hal ini tidak baik. Sensitifitas kita menurun jadinya.

Hal yang baik kita lakukan adalah mamandang dan merenungkan serta merasakan kasih Kristus. Bahwa Kristus sudah terlebih dahulu mengasihi kita. Dia sudah ampuni seluruh dosa kita.

Karena itu dari segi kewajaran, Apakah wajar kita kita masih saja menyimpan kesalahan orang lain dan berupaya untuk membalas?”

Sungguh ini pertanyaan yang sulit, sebab inilah sering masalah kita yang saat inipun mungkin saja sedang terjadi atas diri kita.

Tidaklah gampang memberi maaf begitu saja, tapi paling tidak kita sadari bahwa menyimpam kesalahan orang lain dan memiliki dendam adalah tidak baik. Begitu dulupun kondisinya tak apalah, sebelum ada tindak lanjut penyelesaian tuntas. Sebab memang segala sesuatu ada prosesnya juga yang tak mudah, dan biarlah proses itu terjadi, dimana hati dan pikiran kita suatu saat rela memberi maaf dan mau total mengampuni seperti Kristus sudah memberi ampun atas semua dosa dan kesalahan kita.

Berdoalah juga, sebab dengan doa kita sanggup untuk tidak mempertahankan harga diri… bahwa kita benar dan orang lain yang salah. Dan ini memberi kemudahan bagi kita untuk pada saat yang tepat memaafkan dan melepaskan pengampunan.

Selamat beraktifitas.
Selamat melayani.

Tuhan menyertai kita. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Image by Gordon Johnson from Pixabay

Comments

comments