04. Kehinaan

Viewed : 1,380 views

Lalu ia pergi dan bekerja pada seorang majikan di negeri itu. Orang itu menyuruhnya ke ladang untuk menjaga baginya. Lalu ia ingin mengisi perutnya dengan ampas yang menjadi makanan babi itu, tetapi tidak seorang pun yang memberikannya kepadanya. (Lukas 15:15,16)

Ketika harta miliknya sudah tidak dapat diharapkan lagi, apa lagi yang bisa menjadi jaminan?

Sang bungsu akhirnya menghambakan diri untuk sebuah pekerjaan yang sangat hina, menjadi penjaga babi. Sang bungsu kelaparan dan kesepian, tidak ada lagi yang mempedulikannya. Majikannya pun tidak memperdulikannya, bahkan untuk memberikan ampas babi supaya dimakannya pun tidak. Terasa perih hatinya ketika menyadari bahwa ternak babi yang harus dipeliharanya lebih makmur dari pada dirinya.

Dua kali, bahkan tiga kali dia dihinakan.

Kemiskinan dan kekosongan jiwanya telah mengisolasi dirinya. Pemberontakannya kepada bapaknya menyebabkan dirinya kesepian, terpisah, dan merana. Keinginan untuk memegang kendali, bebas menentukan nasihbnya sendiri dan untuk menguasai jalan hidupnya sendiri, akhirnya membawa kepada nestapa yang tiada terkira. Bukannya kebebasan yang dia daptkan, tetapi justru perbudakan yang dia peroleh.

Kepada siapa dirinya harus berpaling?

Jauh di lubuk hati, ada suara lembut memanggil diriya untuk pulang kembali ke rumahnya. Ditengah kesendirian dan ketidakberdayaan yang dialaminya, dirinya menjadi lebih peka untuk mendengar panggilanlembut di dalam jiwanya.

Hatinya gundah gulana, egonya terus berjuang untuk mempertahankan kesombongannya, tetapi semua telah dipaparkan dengan jelas dimukanya, bahwa tidak ada yang dapat diandalkan di dalam hidupnya. Tersentak oleh kesadaran bahwa dirinya sungguh remuk dan tidak berdaya, panggilan lembut itu semakin menguat di dalam hatinya untuk memintanya pulang.

Sang bapak tidak bisa memaksa, dia hanya bisa berharap, berdoa dan batinnya terus merindu untuk memanggil pulang anaknya.

Teja adalah suami dari Titin, ayah dari Kasih dan Anugrah.

Image by Pexels from Pixabay

Comments

comments