Yohanes 3:4
Kata Nikodemus kepada-Nya: “Bagaimanakah mungkin seorang dilahirkan, kalau ia sudah tua? Dapatkah ia masuk kembali ke dalam rahim ibunya dan dilahirkan lagi?”
Ayat di atas merupakan bagian dari percakapan Nikodemus dengan Tuhan Yesus. Banyak hal yang dapat dipelajari dari pertanyaan Nikodemus tersebut.
Walau Nikodemus seorang cendekiawan yang pintar, namun dalam kapasitasnya sebagai manusia, Nikodemus sulit mencerna apa yang Tuhan Yesus katakan.
Dalam hal ini, satu sisi positif yang kita dapat belajar dari Nikodemus adalah bahwa Dia tulus bertanya. Nikodemus terbuka untuk bertanya apa yang dia tidak pahami.
Walau Tuhan Yesus sepertinya merendahkan Nikodemus yang kebingungan, tapi pastilah juga Yesus menghargai Nikodemus. Itulah sebabnya Yesus memberi penjelasan tuntas. Yesus tidak mengabaikan pertanyaan Nikodemus.
Tentulah banyak hal-hal yang tidak / belum kita pahami tentang keyakinan dan iman kita kepada Yesus. Banyak hal yang belum bisa kita cerna dari apa yang Yesus ajarkan.
Apakah kita mau rendah hati seperti Nikodemus untuk belajar kepada Kristus?
Mazmur 119:73
Tangan-Mu telah menjadikan aku dan membentuk aku, berilah aku pengertian, supaya aku dapat belajar perintah-perintah-Mu.
Selamat belajar.
Selamat bekerja.
Selamat beraktivitas.
Selamat melayani.
Tuhan menolong kita untuk dapat rendah hati belajar kepada-Nya. Amin.
Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung.
![]() |
Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahĂșn 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya |
https://en.wikipedia.org/wiki/File:Henry_Ossawa_Tanner_-_Jesus_and_nicodemus.jpg




