Para sahabat terkasih,
Sebagai sahabat seperjalanan, kita harus lebih rajin untuk memberikan dorongan, perhatian dan pujian dari kawan seiring kita.
Hidup ini sudah penuh dengan tekanan, tuntutan, target dari lingkungan sekitar kita. Semua berpacu dengan waktu, dan semua memburu berlelah dengan segala kuk bebannya. Kita bisa terkaburkan pandangan kita akan yang berharga dan mulia, ketika arus dunia ini begitu memikat hidup kita.
Itulah malangnya nasib anak manusia di bawah matahari ini. Dunia penuh dengan onak duri dan kita perlu kerja keras untuk menaklukannya.
Baik orang percaya maupun bukan, semua anak manusia di kolong langit ini, ada di dalam penderitaan yang sama, sampai akhirnya sebagai orang percaya, kita menantikan dunia baru, Yerusalem baru.
Sahabat seperjalanan, kalian tidak sendirian, banyak musafir yang juga sedang dalam perjalanan. Banyak juga yang sudah sampai, dan sukacita mereka menjadi sempurna, jikalau perjalanan kita semua sudah sampai tujuan dan kita semua bertemu muka dengan muka dengan para sahabat yang sudah menunggu kita.
Batapa kamu kuat dan berteguh di dalam pengharapan yang ada padamu. Betapa kamu menyadari kelemahanmu, dan kamu terus memandang kepada Allah yang menjadi sumber sentosamu. Betapa kamu berusaha terus seiring, seia-sekata bersama para sahabat seperjalananmu, meskipun berat dan penuh rintangan perjalananmu. Betapa kamu terus berseru kepada Tuhan, ketika kamu berjalan dalam lorong-lorong gelap kehidupan. Betapa kasihmu semakin bertambah satu dengan yang lainnya ketika melewati berbagai pergumulan kehidupan. Betapa kamu saling menerima, saling mengampuni, salung menasihati dan saling memperhatikan dalam kasih dan segala pekerjaan baik.
Wow, itu luar biasa.
Biarlah perjalanan kita membuat kita semakin kuat di dalam manusia batiniah kita, karena kita tau, tubuh dengan segala keperkasaan dan kemolekannya akan luruh dimakan waktu.
Sehingga kita siap mendapatkan mahkota kehidupan dari pada Nya.
Terima kasih para sahabat seperjalanan yang terus menguatkan di dalam ketidaksempurnaan hidup ini.
Kasih, dorongan, perhatian dan pujianmu itu menyegarkan jiwaku.
Terima kasih untuk istri/suami, anak, setiap orang percaya yang menjadi sahabat perjalanan yang setia.
Tuhan selalu mengiringi langkah kita.
Salam.
Teja – 13/6/2019
![]() |
Teja adalah suami dari Titin, ayah dari Kasih dan Anugrah. |
Image by Lorraine Cormier from Pixabay




