Ia Menyerahkan Nyawa-Nya

Viewed : 3,357 views

Lukas 23:46
Lalu Yesus berseru dengan suara nyaring: “Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku.” Dan sesudah berkata demikian Ia menyerahkan nyawa-Nya.

Perkataan Tuhan Yesus yang terakhir dari salib adalah seruan menyerahkan nyawa-Nya kepada Allah Bapa.

Apa yang termahal dari seseorang?
Yang termahal adalah nyawa. Itulah yang diserahkan Yesus untuk hutang nyawa kita.

Sesungguhnya Tuhan Yesus bebas memberi atau tidak memberi nyawa-Nya. Kalau tidak Dia berikan, maka tidak ada keselamatan bagi kita. Akan tetapi Dia dengan kasih-Nya yang sempurna rela menyerahkan-Nya, sehingga kita selamat.

Kerelaan Yesus memberikan nyawa-Nya merupakan rancangan Allah. Walaupun sungguh menakutkan dan mengerikan, tapi Yesus merelakan itu. Yesus dengan sikap tunduk menyatakan hal itu saat-saat akan ditangkap di Taman Getsemane. Yesus berdoa kepada Allah Bapa dalam Lukas 22:42,
“Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau mau, ambillah cawan ini dari pada-Ku; tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi.”

Apa yang Yesus berikan sungguh teramat mahal. Dia yang tak berdosa menanggung segenap dosa-dosa kita….
2 Korintus 5:21
Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah.

Yesus sudah memberikan yang termahal dan terbaik, lantas apa yang kita akan lakukan? dan apa yang kita akan persembahkan kepada Dia?
Mari kita renungkan, dan jawablah pertanyaan tersebut ! !

Selamat beribadah Jumat Agung.

Tuhan Yesus Kristus beserta kita. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung.

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Image by cgrape from Pixabay

Comments

comments